Tentara Sudan Rebut Kembali Wilayah Perbatasan
Rabu, 1 Januari 2014 11:21 WIB
Khartoum, (Antara/AFP) - Militer Sudan mengatakan pihaknya merebut kembali beberapa daerah perbatasan Sudan Selatan pada Selasa saat pertempuran berkecamuk di perbatasan antara penguasa mantan pemberontak dan sekutunya dalam perang saudara.
Pemberontak Tentara Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLA-N), yang telah memerangi pasukan pemerintah di negara-negara bagian perbatasan sejak 2011, membantah klaim tentara merebut Kordofa Selatan.
Seorang juru bicara angkatan bersenjata dikutip media pemerintah mengatakan bahwa tentara telah menembus daerah Al- Ardiba di bagian timur dari pegunungan Nuba, satu wilayah berpenduduk non-Arab yang pada perang saudara sebagian besar bersimpati pada kemerdekaan Sudan Selatan.
Pasukan menderita beberapa korban tewas dan terluka dalam operasi itu namun menyita "lebih dari 30" kendaraan militer, kata pernyataan itu.
Para pemberontak membantah kehilangan posisi di negara bagian itu, di mana mereka mengangkat senjata segera setelah Sudan Selatan sebagai hampir tiga tahun lalu melepaskan diri.
"Ini ... benar-benar palsu. Kami tetap menguasai posisi kami dan kami belum evakuasi salah satu dari mereka," kata juru bicara SPLM - N Arnu Lodi kepada AFP.
"Memang benar bahwa ada bentrokan yang sedang berlangsung di daerah tersebut, tetapi tidak ada pihak yang mengontrol wilayah tersebut," tambahnya.
Pemerintah Sudan telah sangat membatasi akses ke zona perang untuk
pekerja bantuan, wartawan dan diplomat asing, sehingga sulit untuk memverifikasi klaim.
Pemerintah Sudan mengatakan banyak pengungsi dari pertempuran di
tetangga Sudan Selatan telah melarikan diri ke Kordofan Selatan pada Selasa.
Pertempuran meletus di Sudan Selatan lebih dari dua pekan lalu setelah Riek Machar, yang dipecat sebagai wakil presiden pada Juli, dituduh mencoba melakukan kudeta terhadap Presiden Salva Kiir.
Machar untuk sementara waktu adalah sekutu Khartoum dalam perang saudara 1983-2005 yang mengakibatkan pemisahan selatan itu.
Menteri Informasi Sudan Ahmed Bilal Osman mengatakan bahwa ia takut masuknya pengungsi dan senjata dari kerusuhan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
bungkam Sudan 1-0, Nigeria musnahkan asa Guinea-Bissau dengan menang 2-0
20 January 2022 6:37 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018