"Kudeta" Sudan Selatan Tingkatkan Keprihatinan AS
Selasa, 17 Desember 2013 11:26 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Washington Senin mengatakan pihaknya memantau dengan erat letusan pertempuran sengit di negara yang masih muda Sudan Selatan yang Presiden Salva Kiir kecam sebagai upaya kudeta.
"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui cara-cara demokratis dan damai, bukan melalui penggunaan kekerasan," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri
AS Marie Harf.
"Ini situasi yang sangat rentan. Kami akan terus memantau hal itu. Perhatian penting kami adalah keamanan dan keselamatan warga negara AS di luar negeri."
Bentrokan pecah di sebuah barak dekat dengan pusat ibu kota Juba
tak lama sebelum tengah malam dan menyebar di seluruh kota, kata para diplomat dan saksi mata.
Mereka mengatakan senapan mesin berat dan mortir digunakan dalam bentrokan itu.
Kiir menyalahkan pasukan yang setia kepada pesaingnya, mantan wakil presiden Riek Machar, yang dipecat dari pemerintah pada Juli. Dia dicap sebagai "nabi malapetaka" dan bersumpah untuk membawanya ke pengadilan.
Negara yang kaya minyak tetapi rakyatnya miskin, Sudan Selatan merdeka pada tahun 2011 setelah suara mayoritas rakyat dalam satu referendum menginginkan untuk memisahkan diri dari utara dan membentuk negara baru.
AS telah menjadi salah satu pendukung terbesar dari negara terbaru di dunia itu, dan telah menyaksikan dengan meningkatnya alarm perjuangan awal. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
bungkam Sudan 1-0, Nigeria musnahkan asa Guinea-Bissau dengan menang 2-0
20 January 2022 6:37 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018