PBB Serukan "Visi Lebih Luas" Tingkatkan Perdamaian di Sahel
Jumat, 13 Desember 2013 9:13 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang utusan PBB pada Kamis (12/12) menyeru masyarakat internasional agar memiliki "visi lebih luas" guna mendorong perdamaian dan pembangunan di wilayah luas di Afrika, Sahel.
Romano Prodi, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Sahel, mengeluarkan pernyataan tersebut ketika ia berpidato di Dewan Keamanan PBB mengenai situasi saat ini di wilayah itu.
"Satu strategi yang hanya meningkatkan koordinasi antara upaya saat ini di Sahel tidak akan cukup," kata Prodi. "Visi yang lebih luas diperlukan."
"Dalam konsep yang lebih luas ini, faktor tertentu akan terus mempengaruhi upaya kita di Sahel dan harus diperhitungkan ketika kita menerapkan satu strategi," katanya. Ia mendaftar empat faktor yang berkaitan dengan itu.
"Pertama, wilayah tersebut harus bersaing dengan krisis lain yang sama seriusnya di seluruh dunia dan akan berjuang mempertahankan perhatian internasional pada masalah itu," katanya. "Kedua, kondisi ekonomi global saat ini membatasi mekanisme pendanaan tradisional serta donor."
Ketiga, keamanan dan pemerintahan saling terkait, dan kemajuan di satu bidang akan sangat sulit dicapai tanpa kemajuan di bidang lain, kata Prodi, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ditambahkannya, upaya untuk memerangi kaum fanatik dan separatis tak bisa berhasil tanpa kemajuan yang berarti dalam pemerintahan yang baik.
Akhirnya, kata Prodi, tanpa situasi keamanan yang sangat stabil, kegiatan pembangunan dan kemanusiaan tak bisa memberi dampak. "Perdamaian dan pembangunan sangat berkaitan."
Itu adalah penjelasan resmi terakhir Prodi kepada Dewan 15-anggota tersebut sebagai utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk Wilayah Sahel, sebab mandatnya berakhir pada 31 Januari 2014.
Prodi, mantan perdana menteri Italia, diangkat sebagai utusan khusus untuK Sahel pada Oktober 2012, dengan mandat untuk mengembangkan strategi buat wilayah luas itu. Strategi tersebut bersinergi dengan upaya yang sedang berlangsung dan menetapkan tindakan untuk membantu semua pemerintah di wilayah itu guna mempertahankan perdamaian dan keamanan.
Wilayah Sahel, sabuk luas yang membagi Gurun Sahara ke utara dan Savannah di selatan, membentang dari Gambia di barat sampai Eritrea di timur. Wilayah gersang tersebut telah mengalami beberapa kemarau parah dalam kurang dari satu dasawarsa. Lebih dari 11 juta orang menghadapi resiko kelaparan dan lima juta anak yang berusia di bawah lima tahun terancam gizi buruk akut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Pesisir Selatan serukan kewaspadaan cuaca ekstrem dan ajak masyarakat gelar doa bersama
12 December 2025 4:38 WIB
Gubernur Sumbar serukan solidaritas penuh antardaerah untuk percepatan penanganan bencana
03 December 2025 10:27 WIB
Peringati Hari Pahlawan, Gubernur Mahyeldi Pimpin Upacara dan Serukan Nilai Keikhlasan
10 November 2025 15:34 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018