Jakarta, (Antara) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa target pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) tahun 2013 sebanyak 30 perusahaan tercapai dengan pencatatan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk pada Kamis ini. "Target pelaksanaan IPO tahun ini yang sebanyak 30 perusahaan tercapai, diharapkan pasar modal Indonesia menjadi lebih baik," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di sela pencatatan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan bahwa pada pekan depan akan ada satu lagi perusahaan yang mencatatkan sahamnya di lantai perdagangan bursa yaitu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Dengan demikian, pada tahun 2013 sebanyak 31 perusahaan mencatatkan saham di Bursa. Untuk tahun 2014, Hoesen mengaku masih optimistis target perusahaan yang melakukan IPO sebanyak 30 perusahaan kembali tercapai menyusul ekspektasi kalangan analis bahwa pasar modal masih tumbuh. Terkait pencatatan saham SSMS, Direktur PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman mengatakan bahwa investor institusi asing mendominasi penyerapan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. "Porsi investor asing mencapai sebesar 81 persen sedangkan sisanya diserap investor domestik. Minat investor asing masih tinggi walaupun harga CPO sedang menurun. Namun, harga CPO akan mengalami perbaikan yang cukup baik. Terlihat saham perseroan mengalami kelebihan permintaan," kata dia. Menurut dia, investor asing melihat saham perusahaan di sektor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih positif untuk jangka panjang. Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana, Rimbun Situmorang mengatakan bahwa kendati harga jual minyak sawit mentah belum pulih, namun perseroan memiliki strategi untuk meraih target tahun 2014. Perseroan mengincar laba bersih sebesar Rp207 miliar pada tahun 2014 atau meningkat sebesar 15 persen dibandingkan estimasi tahun 2013 yang sebesar Rp180 miliar. "Kenaikan laba bersih SSMS akan diiringi oleh peningkatan penjualan pada tahun depan, yang diprediksi meningkat sebesar 10 persen menjadi Rp1,11 triliun dibandingkan target penjualan 2013 Rp1,01 triliun," katanya. Rimbun Situmorang optimistis target kinerja perseroan bakal tercapai. Hal itu melihat tren harga jual CPO pada tahun depan diprediksi akan lebih baik dari sebelumnya. "Kami melihat trend harga CPO meningkat. Jadi, kami optimis target laba bersih dan penjualan SSMS bakal tercapai di tahun depan," katanya. Sementara itu, dalam perdagangan perdana saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, SMSS dibuka naik ke posisi Rp690 per saham dari harga perdana Rp670 per saham, dan sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp710 per saham. (*/jno)