Rusia: Pertahanan Nuklir NATO Tidak Lagi Perlu
Kamis, 5 Desember 2013 16:48 WIB
Brussels, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavarov, Rabu, menilai tercapainya kesepakatan dengan Iran untuk mengekang ambisi nuklir Teheran membuat rencana sistem anti - rudal NATO di Eropa, yang ditentang oleh Moskow, tidak lagi diperlukan.
Moskow mengkhawatirkan jika sistem itu akan membahayakan pertahanannya sementara NATO mengatakan proyek itu hanya dimaksudkan untuk melindungi Eropa dari pembangunan rudal jarak jauh Iran.
Prospek bahwa Iran juga akan mengembangkan senjata nuklir - yang dibantah oleh Teheran - menambah momentum untuk sistem pertahanan NATO.
Sekarang, jika kesepakatan dengan Iran "sepenuhnya dilaksanakan ... maka tidak akan ada alasan untuk menciptakan sebuah sistem pertahanan rudal di Eropa," kata Lavrov.
Lavrov menegaskan bahwa, untuk Rusia, sistem itu adalah masalah utama dalam hubungannya dengan NATO, aliansi militer yang didirikan oleh Washington untuk melawan Uni Soviet dalam Perang Dingin .
Bulan lalu, lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa - Inggris, China , Prancis, Rusia dan Amerika Serikat - plus Jerman menyetujui kesepakatan dengan Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pengurangan sanksi .
Kesepakatan awal seharusnya mengarah pada kesepakatan komprehensif yang akan membawa program nuklir Iran kembali di bawah pengawasan penuh internasional untuk memastikan itu adalah proyek sipil dan bukan militer, dengan pencabutan sanksi yang melumpuhkan secara bertahap. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pariaman latih siswa SD 'Malingka Carano' guna pertahanan kebudayaan Minangkabau
15 October 2025 17:28 WIB
Presiden Prabowo jadikan pertahanan prioritas dalam RAPBN 2026, ini sasarannya
15 August 2025 18:44 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018