Arosuka, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat optimistis mencapai target surplus beras sebesar 20 ribu ton selama tahun 2012. "Kita sangat yakin bisa mencapai surplus beras 20 ribu ton atau 6,5 persen dari tahun 2011, hal itu disebabkan karena saat ini masyarakat tengah giat mengembangkan pola padi tanam sebatang (PTS)," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian setempat Miharka Maria di Arosuka, Rabu. Menurut dia, saat ini petani di Kabupaten Solok Selatan sudah banyak yang menerapkan sistem PTS, berdasarkan data terakhir setidaknya 25 persen sudah menerapkannya. Dia menjelaskan, pengenalan pola PTS tersebut kepada masyarakat sudah semenjak lima tahun yang lalu. "Memang pada awalnya terkendala karena masyarakat masih kurang yakin dengan metode tersebut," katanya. Akan tetapi, karena gencarnya sosialisasi, imbuhnya, secara berangsur masyarakat sudah mulai tertarik dengan pola PTS tersebut, sehingga dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Menurut dia, semenjak dua tahun terakhir Kabupaten Solok mengalami peningkatan produksi beras, pada tahun 2010 total produksi gabah kering giling (GKG) 318 ribu ton, pada 2011 mencapai 337 ribu ton, atau naik 6 persen. "Dan tahun ini kami menargetkan 6,5 persen atau menjadi 357 ribu ton. Kami yakin bisa mencapainya, dan bahkan lebih dari itu," katanya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Darman mengatakan, selain upaya PTS tersebut pihaknya juga terus mendorong masyarakat untuk mencetak sawah baru guna untuk menggenjot produksi beras di kabupaten penghasil buah Markisa itu. "Jika seandainya produksi beras terus ditingkatkan, kita yakin akan bisa menggenjot perkonomian masyarakat," jelasnya. Dia menyebutkan, saat ini total luas lahan pertanian di Kabupaten Solok mencapai 23 ribu hektare yang tersebar di 14 kecamatan, sementara jenis bibit yang banyak ditanam atau populer adalah ceredek, anak daro dan sokan. (**/lif/jno)