
BPJS Kesehatan Cabang Solok tingkatkan pemahaman tenaga kesehatan Puskesmas Singkarak melalui kegiatan PIL Program JKN

Padang (ANTARA) - Sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Solok secara rutin melaksanakan kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) di berbagai wilayah kerjanya. Kegiatan sosialisasi tersebut menyasar desa, badan usaha, hingga fasilitas kesehatan guna memastikan informasi terkait Program JKN dapat diterima secara menyeluruh dan tepat sasaran.
Pada 24 April 2026, BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Solok kembali menggelar kegiatan PIL kepada petugas di Puskesmas Singkarak yang berlangsung di Aula Puskesmas Singkarak. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari kepala puskesmas, tenaga kesehatan, hingga bidan-bidan yang bertugas di puskesmas pembantu.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan termasuk bidan-bidan yang bertugas di puskesmas pembantu terkait Program JKN, yang difokuskan pada pembahasan mekanisme pendaftaran bayi baru lahir dan reaktifasi peserta PBI JK non aktif.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut menjadi upaya untuk memperkuat pemahaman tenaga kesehatan terhadap berbagai kebijakan dan inovasi layanan dalam Program JKN.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, tenaga medis di Puskesmas Singkarak dapat semakin memahami berbagai program dan kebijakan BPJS Kesehatan, mulai dari hak dan kewajiban peserta JKN, pemanfaatan kanal layanan digital, hingga alur pelayanan yang berlaku. Dengan pemahaman yang baik, tenaga kesehatan dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat sekaligus mendukung pelayanan yang lebih efektif, mudah, dan berkualitas bagi peserta JKN,” ucapnya.
Kepala Puskesmas Singkarak, Yuli Harti, turut mengapresiasi kegiatan PIL yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan.
“Kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) ini sangat bermanfaat sebagai pengingat bagi petugas puskesmas, khususnya bidan di puskesmas pembantu, terkait pentingnya pendaftaran bayi baru lahir agar dapat langsung terdaftar sebagai peserta JKN sesuai segmen kepesertaan ibunya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman dan pembaruan informasi mengenai Program JKN kepada para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.” tutur Yuli.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kepesertaan maupun pelayanan Program JKN, sehingga kegiatan berjalan interaktif dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.
Pewarta: Rilis
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
