Padang Aro (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat Syamsurizaldi mengatakan peran serta keluarga, masyarakat, hingga pemerintah nagari (desa adat) menjadi kunci dalam upaya pengentasan stunting.
"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi membutuhkan pendekatan holistik dan kolaborasi serta sinergi semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat harus bekerja sama secara terintegrasi," katanya saat Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Selatan Periode II Tahun 2025, di Padang Aro, Kamis.
Menurut dia, peningkatan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik menjadi paling penting untuk dilaksanakan, terutama kepada ibu hamil dan keluarga termasuk akses terhadap layanan kesehatan.
"Saya mengingatkan bahwa pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia harus terus berjalan dan merata di seluruh nagari yang ada di Kabupaten Solok Selatan, terutama peningkatan wawasan mengenai pola pengasuhan anak, pentingnya asupan gizi, pola hidup bersih dan sehat yang dapat mendukung turunnya kasus stunting ini," tegasnya.
Dia menyebutkan, beberapa langkah yang telah dilakukan di Kabupaten Solok Selatan melalui beberapa OPD sesuai dengan tugasnya seperti pemantauan data pertumbuhan balita di Posyandu oleh Dinas Kesehatan.
Hal ini katanya, dilakukan untuk memastikan pertumbuhan balita di setiap nagari terekam dan bisa langsung diberikan intervensi jika dibutuhkan.
Kepala Dinas Kesehatan Pendewal mengatakan, terdapat beberapa risiko stunting yang perlu diperhatikan seperti anemia pada ibu hamil, kondisi ekonomi masyarakat, pernikahan dini, dan ketersediaan jamban, sanitas, serta akses air bersih yang layak.
Pengarahan pola asuh oleh keluarga kepada balita katanya, juga memiliki peran krusial dalam penanganan stunting.
Untuk terus mengedukasi masyarakat dan keluarga, peran ini dilaksanakan bersama oleh Dinas Pendidikan dan kelompok PKK yang ada di setiap nagari melalui Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Dalam program Tamasya ini katanya, tak hanya menyediakan tempat penitipan anak, namun juga memberikan pendampingan pengasuhan bagi pengasuh dan anak, serta orang tua atau keluarga.