Legislator Minta Pemerintah Selidiki Kejatuhan Heli MI-17
Rabu, 13 November 2013 6:57 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq meminta pemerintah untuk menyelidiki secara tuntas jatuhnya Heli MI-17 pada Sabtu (9/11) di Kalimantan Utara.
"Kasus jatuhnya pesawat heli MI-17 perlu diselidiki secara tuntas karena itu pesawat baru dan juga ada kasus sebelumnya," kata Mahfud di Jakarta, Rabu.
Dia menilai akan menjadi hal yang baik jika TNI melibatkan pabrikan MI-17 sehingga bisa dideteksi adakah kelemahan pada pesawat yang bisa pengaruhi operasional pesawat heli M-17 lainnya.
Mahfudz mengatakan Komisi I DPR akan memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko untuk meminta penjelasan terkait jatuhnya heli tersebut pada awal masa sidang mendatang.
"Kami akan mengkritisi terkait hasil investigasi dan pengadaan alat utama sistem senjata (autsista) Rusia," ujarnya.
Dia mengatakan rekomendasi DPR agar TNI tidak memakai heli buatan Rusia tergantung hasil investigasi yang dilakukan.
Menurut dia, apabila ditemukan kelemahannya ada di heli tersebut maka akan dievaluasi ulang pengadaan alutsista dari Rusia.
Helikopter angkut MI-17 milik TNI AD jatuh di Malinau, Kalimantan Utara pada Sabtu (9/11) sekitar pukul 11.00 WITA diduga karena kehilangan kekuatan saat mengangkut bahan bangunan untuk pendirian pos di wilayah perbatasan.
Jatuhnya heli yang mengangkut 13 orang sipil dan delapan kru itu mengakibatkan sembilan orang mengalami luka bakar dan dibawa ke rumah sakit terdekat. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadiri halalbi halal dan penyerahan sertipikat tanah wakaf PCNU Indramayu, Menteri Nusron minta NU berikan kebermanfaatan bagi masyarakat
29 April 2026 10:24 WIB
Pemkot Pariaman minta dukungan BNPB perkuat mitigasi bencana dan percepat pemulihan
28 April 2026 17:22 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018