Dua Wartawan Prancis di Mali Diculik
Minggu, 3 November 2013 6:34 WIB
Bamako, (Antara/Reuters) - Dua wartawan Prancis diculik di kota Kidal, Mali utara Sabtu setelah mewancarai seorang anggota gerilyawan separatis.
"Saya hanya memperoleh konfirmasi mereka diculik oleh empat pria bersenjata. Mereka meninggalkan Bamako Selasa menuju Kidal," kata gubernur daerah itu, Kolonel Adama Kamissoko kepada Reuters.
Kedua wartawan itu, dari stasiun radio Prancis RFI, diculik setelah mereka mewawancari penduduk Kidal, Ambeiry Ag Rhissa, seorang pejabat kebudayan lokal kelompok separatis Tuareg MNLA.
"Ketika mereka pergi, saya mendengar suara aneh di luar. Saya segera ke luar untuk melihat dan ketika saya membuka pintu saya, seorang pria yang mengenakan turban menodongkan senjata kepada saya dan mengemukakan kepada saya kembali masuk," kata Rhissa kepada Reuters melalui telepon.
"Saya tidak dapat melihat berapa jumlah orang yang berada di sana," katanya.
Penculikan itu terjadi empat hari setelah empat sandera Prancis yang diculik di Niger oleh Al Qaida cabang Afrika utara September 2010 dibebaskan.
Kementerian luar negeri Prancis mengatakan pihaknya sedang mengecek informasi itu sementara kementerian pertahanan tidak dapat dihubungi untuk diminta komentar. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dari silaturahmi Ketum PWI Pusat dengan PWI Sumbar, wartawan perlu kuasai jurnalisme bencana
23 December 2025 6:58 WIB
Balai Wartawan Agam salurkan bantuan ke korban terdampak bencana hidrometeorologi
15 December 2025 18:27 WIB
Untuk pertama kalinya, uji kompetensi wartawan, digelar di Limapuluh Kota
13 December 2025 19:55 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018