Partai Republik Serang Balik Gedung Putih Soal "Shutdown"
Sabtu, 5 Oktober 2013 9:37 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Partai Republik marah dan menyerang balik Gedung Putih, Jumat, karena penghentian layanan pemerintah Amerika Serikat memasuki hari keempat, tapi tidak ada titik cerah untuk mengakhiri krisis.
Para anggota DPR AS memasuki akhir pekan, namun tampaknya Kongres belum bisa mengatasi kebuntuan bahkan rintangan fiskal jauh lebih menantang, di mana kebutuhan untuk menaikkan plafon utang AS atau bencana "credit default" dapat terjadi hampir 12 hari lagi.
"Ini bukan permainan menyebalkan," kata Ketua DPR John Boehner, petinggi Partai Republik di DPR AS, berusaha untuk menjaga moralnya, setelah sebuah laporan mengutip seorang pejabat yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Gedung Putih memanfaatkan penutupan (shutdown), di mana ratusan ribu pegawai dirumahkan tanpa bayaran.
"Pagi ini, saya membaca Wall Street Journal dan jurnal tersebut mengatakan, 'Ya, kami tidak peduli berapa lama ini berlangsung, karena kami menang," kata Boehner dengan gaya teatrikal yang melambaikan salinan kertas.
"Rakyat Amerika tidak ingin pemerintah mereka menutup dan tanpa terkecuali saya," tambahnya.
"Yang kami inginkan adalah duduk dan berdiskusi, membuka kembali pemerintah dan membawa keadilan kepada rakyat Amerika di bawah 'Obamacare,' yaitu RUU Perlindungan Kesehatan yang digarap Presiden Barack Obama.
Gedung Putih berusaha menahan kekisruhan dari kutipan journal tersebut, yang didominasi perang argumen di media antara Obama dan kubu saingannya Republik di Capitol Hill.
"Tak ada kemenangan ketika keluarga tidak memiliki kepastian mengenai apakah mereka akan mendapat bayaran atau tidak," kata Obama pada shutdown pertama dalam 17 tahun terakhir.
"Shutdown ini bisa berakhir hari ini," tambah Obama, menyerukan Boehner untuk memungut suara tentang anggaran dan membuka kembali pemerintahan.
Tetapi anggota Republik yang pragmatis mengisyaratkan mereka akan memilih untuk tidak menyetujui anggaran belanja itu karena khawatir bahwa resolusi tersebut tidak dapat dicapai lagi.
"Saya pikir kapal sudah berlayar. Kami sudah terlalu dekat dengan utang selangit. Sepertinya satu-satunya hal yang akan berhasil adalah dialog," kata anggota Kongres, Michael Grimm. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringatan Ke-77 Hari Bela Negara Ke, Presiden Prabowo sebut Bukittinggi penyelamat Republik Indonesia
19 December 2025 11:22 WIB
Bupati Hendrajoni hadiri Hari Kesehatan Nasional Ke-61 di Pesisir Selatan
19 November 2025 15:56 WIB
Wako Fadly Amran hadiri kuliah umum Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
30 September 2025 18:22 WIB
Wawako Maigus Nasir dampingi Wamen Pekerjaan Umum tinjau proyek normalisasi Sungai Batang Kandis
29 September 2025 10:48 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018