Logo Header Antaranews Sumbar

Peringatan Ke-77 Hari Bela Negara Ke, Presiden Prabowo sebut Bukittinggi penyelamat Republik Indonesia

Jumat, 19 Desember 2025 11:22 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi memimpin upacara Hari Bela Negara Ke-77. Dalam amanat Presiden RI Prabowo menyebutkan keistimewaan Kota Bukittinggi sebagai salah satu daerah penyelamat bangsa di masa kritis.

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi mengelar upacara untuk memperingati Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025. Upacara dilaksanakan di halaman Balaikota, Jumat (19/12). Dalam amanat Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Bukittinggi sebagai penyelamat Indonesia di masa kritis.

"Merinding saya mendengar apa yang disampaikan Presiden, baru kali ini rasanya kepala pemerintahan tertinggi menyampaikan strategisnya Kota Bukittinggi khususnya di momen Hari Bela Negara," kata Wali Kota Ramlan Nurmatias.

Wako berharap seluruh masyarakat Kota Bukittinggi dapat lebih memahami arti pentingnya daerah setempat dan ikut bersama menjaga perjuangan bangsa.

" Tidak salah kami menyampaikan Bukittinggi ini adalah kota perjuangan, ini harus diketahui anak didik kita dan anak cucu semua," kata Ramlan.

Pada momentum Hari Bela Negara ke-77, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Presiden menegaskan melalui amanat yang dibacakan Wako Bukittinggi bawa ketiga wilayah memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Dari Aceh, Indonesia belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara.

Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai "Daerah Modal" karena dukungan rakyatnya, baik logistik, pesawat, maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan Republik.

Dari Sumatera Utara, Indonesia mengenang semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tidak pernah padam. Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan menjadi wilayah strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik. Ketangguhan rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dari pondasi berdirinya negara.

Dan dari Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahir PDRI, penyelamat republik dalam masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, justru dari Sumatera Baratlah pemerintahan Republik tetap hidup.

Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah Indonesia akan sangat berbeda dan peringatan Hari Bela Negara tidak akan memiliki makna seperti hari ini.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Bukittinggi , Wali Kota Bukittinggi ucapkan terima kasih pada Presiden Prabowo, yang menyampaikan amanat dan pengakuan Sumatra Barat, khususnya Bukittinggi sebagai penentu kelanjutan negara Republik Indonesia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026