Jakarta, (Antara) - Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melakukan rapat dengar pendapat dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum membahas sistem jaringan jalan di seluruh wilayah Indonesia. "Sistem jaringan jalan itu, merupakan bagian dari program kerja tahun 2013 dan rencana kerja tahun 2014 Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum," kata Ketua Komite II DPD RI Bambang Susilo di sela-sela kegiatan rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Senin. Menurut Bambang, RDP antara Komite II DPD RI dan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum ini sasarannya untuk mengetahui pelaksanaan program kerja Kementerian Pekerjaan Umum pada 2013 dan rencana kerja pada 2014. Ia menjelaskan Komite II DPD RI ingin mendengarkan penjelasan dari Ditjen Bina Marga yang membidangi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada program kerja yang telah dilakukan pada 2013 sekaligus rencana kerja pada 2014. "Kami ingin mendengar penjelasan bagaimana Ditjen Bina Marga bisa mewujudkan sistem jaringan jalan di seluruh wilayah Indonesia yang mobilitas, aksesibilitas, dan keselamatan memadai," katanya. Anggota DPD RI dari Provinsi Kalimantan Timur ini menambahkan, sistem jaringan jalan di seluruh wilayah Indonesia ini sekaligus dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di daerah secara nasional. Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Yusid Toyib, menjelaskan Ditjen Bina Marga menetapkan rencana strategis (renstra) tahun 2010-2014 untuk preservasi jalan sepanjang 168.999 km dan preservasi jembatan 855.664 m, peningkatan kapasitas jalan 19.370,81 km, pembanguan jalan baru 377 km dan pembangunan jembatan baru 25.552 m. Selain itu, kata dia, Ditjen Bina Marga juga merencanakan pembangunan flyover/underpass/terowongan sepanjang 15.979 m, pembangunan jalan bebas hambatan 59,02 km, serta pembangunan/pelebaran jalan/jembatan di kawasan strategis, perbatasan, wilayah terluar dan terdepan sepanjang 1.382,11 km. Yusid Toyib memaparkan hasil pelaksanaan program kerja tahun 2013 dan rencana program kerja tahun 2014, bahwa status pelaksanaan program kerja per tanggal 18 September 2013 mencapai rata-rata 58,85 persen total realisasi fisik dan 49,86 persen total realisasi keuangan. Pencapaian realisasi fisik 58,85 persen itu senilai Rp19,058 miliar dibandingkan pekerjaan fisik yang direncanakan hingga akhir September yaitu sebesar 58,85 persen dengan total pagu Rp38,221 miliar. Ia menambahkah, pagu awal Ditjen Bina Marga untuk tahun anggaran 2013 senilai Rp39.022,162 miliar, termasuk pinjaman Rp188,631 miliar, yang bersumber dari RPM (Rupiah Murni) Rp36.078,528 miliar dan PHLN (Pinjaman/Hibah Luar Negeri) Rp2.943,634 miliar. Kemudian, kata dia, terjadi penghematan pagu Rp2.208,104 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2013, sehingga berjumlah Rp37.037,710 miliar, yang terdiri atas Rp33.870,424 miliar yang bersumber dari RPM dan Rp3.167,286 miliar yang bersumber dari PHLN. (*/jno)