Rusia: Oposisi Suriah Berusaha Pancing Campur Tangan Asing
Kamis, 19 September 2013 11:28 WIB
Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Rusia memiliki cukup bukti bahwa oposisi Suriah menggunakan laporan mengenai penggunaan senjata kimia untuk memancing campur tangan asing, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Rabu (18/9).
"Kami memiliki cukup bukti bahwa laporan mengenai penggunaan senjata kimia mencerminkan fakta bahwa oposisi secara rutin melancarkan provokasi guna memicu campur tangan," kata Lavrov pada pertemuan di Valdai International Discussion Club di Wilayah Tver, sebelah barat Moskow.
Misi klub tersebut ialah untuk membina kerangka kerja global bagi para ahli dari dunia untuk berdebat mengenai Rusia dan menyediakan analisis independen tentang peran Rusia di dunia.
Lavrov mengatakan Dewan Keamanan PBB akan mengkaji bukti bersama dengan satu laporan yang diajukan oleh para pemeriksa PBB yang menyelidiki serangan senjata kimia di Suriah. "Ini akan mengetahui siapa yang telah melakukan ini," katanya.
Moskow berharap mitra internasionalnya akan menghormati kesepakatan mengenai perlucutan simpanan senjata kimia Suriah yang dicapai oleh Rusia dan Amerika Serikat, ia menambahkan, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis.
Masih pada Rabu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov --yang sedang berada di Suriah-- mengatakan bukti bahwa oposisi menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus, Ibu Kota Suriah, pada 21 Agustus telah diberikan kepada para ahli PBB yang bekerja di negeri tersebut.
Sebagai reaksi atas pernyataan itu, Juru Bicara PBB Martin Nesirky, dalam taklimat harian, mengatakan PBB sedang memeriksa bersama Misi Tetap Rusia mengenai informasi yang dilaporkan tersebut.
PBB menciptakan tim pemeriksa atas permintaan Pemerintah Suriah untuk menyelidiki apakah senjata kimia digunakan selama konflik Suriah. Namun, mengetahui pihak mana yang menggunakannya tidak termasuk dalam rencana awal. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Han Dong-hoon, Ketua partai berkuasa Korea Selatan, mengundurkan diri
16 December 2024 13:43 WIB, 2024
Partai oposisi Korsel sebut pemakzulan Yoon sebagai kemenangan rakyat
14 December 2024 18:50 WIB, 2024
Pemimpin oposisi Kamboja divonis 27 tahun penjara karena tuduhan pengkhianatan
03 March 2023 13:52 WIB, 2023
Oposisi Israel umumkan pemerintahan baru, siap gulingkan Perdana Menteri Netanyahu
03 June 2021 10:13 WIB, 2021
Tokoh partai pendukung Tun Mahathir bertemu oposisi, ini yang dibahas
24 February 2020 6:19 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018