Mesir Minta KBRI Waspadai Keamanan
Rabu, 11 September 2013 6:46 WIB
Kairo, (Antara) - Pemerintah Mesir melalui Kementerian Luar Negerinya mengirimkan surat edaran kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo untuk mewaspadai situasi keamanan yang belum kondusif.
"KBRI Kairo telah menerima surat edaran dari Kantor Kementerian Luar Negeri Mesir mengenai keamanan warga negara asing di Mesir terkait masih diberlakukannya jam malam dan kondisi Mesir terkini," kata siaran pers KBRI Kairo, Selasa.
Disebutkan, Kemlu Mesir juga mengimbau kepada seluruh kantor perwakilan asing serta para stafnya agar berhati-hati dan waspada, menjauhi kawasan-kawasan yang menjadi pusat unjuk rasa.
Selain itu, Kemlu juga meminta KBRI untuk melaporkan kejadian-kejadian yang membutuhkan perhatian, katanya.
Surat edaran kewaspadaan ini disampaikan menyusul peledakan bom di depan kediaman Menteri Dalam Negeri Mesir Mohamed Ibrahim pada Jumat (6/9), melukai empat warga setempat.
"Tidak ada WNI menjadi korban dari peristiwa tersebut," kata KBRI.
Pemerintah Mesir sejak tragedi Bundaran Rabiah pada 14 Agustus memberlakukan jam malam selama satu bulan pada pukul 19.00-06.00 waktu setempat.
Belakangan, waktu jam malam itu dikurangi menjadi pukul 21.00-06.00, dan kemudian dipersingkat lagi mulai pukul 23.00-06.00, kecuali setiap hari Jumat, yaitu tetap pukul 19.00-06.00 terkait dengan aksi unjuk rasa Ikhwanul Muslimin pendukung presiden terguling Mohamed Moursi.
Jam malam itu diberlakukan di 14 dari 27 provinsi, mencakup Kairo, Giza, Alexandria, Suez, Ismailia, Assiut, Sohag, Beni Suef, Minya, Beheira, Sinai Utara, Sinai Selatan, Fayoum and Qena.
KBRI kembali mengimbau semua WNI untuk menghindari keterlibatan politi dalam negeri Mesir baik dalam lisan, tulisan maupun aksi.
Diimbau juga untuk tidak mendekati tempat-tempat yang menjadi area pengumpulan massa serta aktivitas unjuk rasa.
WNI diimbau untuk selalu membawa identitas diri yang masih berlaku apabila melakukan aktivitas di luar rumah pada waktu-waktu di luar jam malam.
Tetap waspada keamanan diri dan keluarga, serta menjaga kontak dengan KBRI dan sesama WNI. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018