Kapal Perusak Kelima Milik AS Mendekat ke Suriah
Jumat, 30 Agustus 2013 6:44 WIB
Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Kapal perusak yang dilengkapi peluru kendali milik AS, USS Stout, dijadwalkan tiba di bagian timur Laut Tengah di dekat Suriah pada Kamis malam (29/8) waktu setempat, demikian laporan media AS.
USS Stout mulanya dimaksudkan untuk membebaskan salah satu dari empat kapal "destroyer" di daerah itu, kata WTKR-TV --yang melayani Daerah Norfolk, Virginia, tempat kapal tersebut bermarkas.
Namun, karena situasi yang berkembang cepat di Suriah, Angkatan Laut AS menunda kepergian kapal yang dibebas-tugaskan. Itu berarti empat kapal perusak --USS Gravely, USS Mahan, USS Barry and USS Ramage-- akan tetap berada di Laut Tengah, kata laporan tersebut.
Semua kelima kapal "destroyer" itu memiliki kemampuan rudal jelajah.
Beberapa laporan telah menunjukkan Presiden AS Barack Obama dapat memerintahkan serangan militer terbatas terhadap sasaran Suriah, dengan memanfaatkan rudal jelajah Tomahawk di kapal perusak tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
Selain semua kapal perusak itu, Angkatan Laut AS juga memiliki dua kapal induk di dekat Suriah --USS Harry S. Truman dan USS Nimitz. Kedua kapal tersebut berada di wilayah Teluk.
USS Truman mulanya dijadwalkan menggantikan USS Nimitz, tapi beberapa laporan yang mengutip sumber pertahanan mengatakan kepergian USS Nimitz telah ditunda. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP sebut pelibatan masyarakat lokal kunci pengelolaan konservasi alam
28 October 2024 17:40 WIB, 2024
BPOM beber celah distribusi produk senyawa kimia perusak ginjal masuk ke Indonesia
02 November 2022 12:35 WIB, 2022
Kapal perusak Jepang bertabrakan dengan kapal penangkap ikan China di Laut China Timur
31 March 2020 8:07 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018