Antara Minta Jaminan Keamanan Wartawannya di Mesir
Kamis, 29 Agustus 2013 14:13 WIB
Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan Mesir yang telah membebaskan Munawar Saman Makyanie, wartawan Antara, yang ditangkap saat meliput bentrok massa dengan aparat di Kairo saat demo "Hari Kemarahan" 16 Agustus 2013.
"Namun kami tetap minta jaminan keamanan atas Munawar karena isterinya di Tangerang sangat trauma khawatir suaminya ditangkap lagi saat menjalankan tugasnya," katanya di Jakarta, Kamis.
Kusaeni sudah menyampaikan permintaan perlindungan atas Munawar dalam sebuah pertemuan dengan Dubes Mesir Baha Dessouki dan memperoleh jaminan dari pemerintah yang berkuasa di Mesir.
Kepada Dubes Mesir itu, Kusaeni mengatakan Kepala Biro Antara Kairo Munawar Saman Makyanie bukan hanya mata dan telinga bagi Antara, tapi juga mata dan telinga pembaca Indonesia yang haus akan informasi terkini dan akurat mengenai situasi terakhir Mesir.
Munawar aktif memberikan laporan perkembangan Mesir dari perspektif kepentingan pembaca Indonesia dan langkah-langkah KBRI seperti rencana evakuasi WNI dan kegiatan mahasiswa Yang belajar di Negeri Piramida itu.
Namun pada 16 Agustus Munawar ditangkap saat memotret pergerakan kendaraan militer di Jalan Salah Salim dekat Lapangan Ramses.
Munawar dibawa ke suatu tempat yang tidak diketahui karena kepalanya ditutup, diinterogasi dan peralatan kerjanya dirampas.
"Ia dibebaskan hari itu juga," kata Dubes Dessouki.
"Itu karena hubungan baik Indonesia dengan Mesir. Memotret fasilitas militer menurut hukum dilarang dan pelanggarnya bisa diadili," katanya.
Munawar memang dibebaskan, namun 'memory card' kameranya diambil.
Sementara itu Prof.Ahmad Selim dari Universitas Kairo mengatakan Munawar sangat beruntung dibebaskan dan diperbolehkan tetap berada di Mesir menjalankan tugas kewartawanannya.
"Padahal secara hukum bisa saja dia dideportasi. Ini pasti karena hubungan baik Mesir-Indonesia," katanya.
Atas kasus penangkapan itu, Kusaeni menawarkan untuk memulangkan Munawar ke Tanah Air demi menjaga keselamatannya.
"Saya bilang ke Munawar bahwa tidak ada berita sebesar apapun yang seharga nyawa anda. Jika ada risiko terhadap keselamatan, anda bisa pulang pada penerbangan pertama," kata Kusaeni.
Tapi Munawar menolak pulang. Ia memilih bertahan di Kairo dan bertekad kalau terjadi hal terburuk ia akan menjadi WNI terakhir yang meninggalkan Mesir.
"Saya ini wartawan. Sudah menjadi risiko pekerjaan," kata Munawar. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018