Prajurit PBB Tewas Selama Bentrokan Baru di DRC
Kamis, 29 Agustus 2013 9:30 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang prajurit misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (DRC) tewas pada Rabu (28/8), selama bentrokan yang baru meletus antara pasukan nasional dan kelompok M23, kata juru bicara PBB di New York.
Misi Stabilisasi PBB di DRC (MONUSCO) menyatakan Angkatan Bersenjata Kongo (FARDC), Rabu, melancarkan serangan terhadap posisi M23 di Dataran Tinggi Kibati, sebelah utara Goma, di North Kivu, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq kepada pers dalam taklimat harian di Markas PBB.
"Kelompok M23 telah menggunakan posisi ini untuk membom daerah permukiman. Sasaran operasi tersebut ialah menghilangkan ancaman terhadap Goma," kata Haq.
"Seorang prajurit pemelihara perdamaian telah tewas dan tiga lagi telah cedera," kata wakil juru bicara PBB itu sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
MONUSCO melancarkan serangan mortir dan artileri dan mengerahkan helikopter serangnya, sementara FARDC menggunakan helikopter serang, tank tempur dan pasukan darat, kata Haq.
Selama kunjungan tujuh-hari ke DRC, Wakil Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia Flavia Pansieri pada Rabu mengatakan memerangi kekebalan dari hukuman dan ditingkatkannya penghormatan atas hak asasi manusia mendasar bagi kestabilan negeri tersebut.
Kelompok M23, bersama dengan kelompok lain bersenjata, telah seringkali bentrok dengan FARDC di DRC Timur selama satu tahun belakangan. Kelompok itu sempat menduduki Goma pada November 2012.
Pertempuran itu, yang baru-baru ini menyeret satu kelompok gerilyawan yang berpusat di Uganda, telah membuat lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumah mereka, menambah parah krisis kemanusiaan yang sudah melanda wilayah tersebut. Sebanyak 2,6 juta orang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka dan 6,4 juta orang lagi memerlukan bantuan darurat dan pangan, demikian data PBB. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018