Berlin, (ANTARA/AFP) - Jerman siap mengurangi secara berarti jumlah tentaranya pada pasukan pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan pada tahun depan, kata laporan di majalah mingguan "Der Spiegel" terbitan Minggu. Batas atas 4.900 tentara pada saat ini akan dikurangi menjadi "jumlah nyaman" di bawah 4.000 ketika pemerintah Jerman minta parlemen pada Januari untuk amanat baru bagi pasukan itu, kata "Spiegel". Dikatakannya bahwa Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle dan Menteri Pertahanan Thomas De Maiziere juga sepakat minta parlemen memberi amanat lebih dari biasa 12 bulan, sehingga tentara dapat ditugaskan untuk pemilihan umum, yang dijadwalkan pada awal 2014. Kementerian pertahanan menolak menanggapi laporan menyatakan ukuran dan masa amanat belum diputuskan. Jerman adalah kekuatan terbesar ketiga di bawah Pasukan Bantuan Keamanan Asing pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO dalam perang Afghaistan, sesudah Inggris dengan sekitar 9.500 tentara dan Amerika Serikat dengan lebih dari 90.000 tentara. Jerman memiliki sebanyak-banyaknya 4.900 tentara di Afghanistan, namun 500 lagi akan ditarik pada akhir tahun ini sebelum penarikan lengkap. Sejumlah 53 tentara Jerman tewas sejak terlibat di Afghanistan. Pasukan asing mulai ditarik keluar dari negara terkoyak perang itu dan seluruh pasukan tempur akan pergi pada akhir 2014, sesuai dengan jadwal penarikan, yang disepakati Amerika Serikat dan NATO. Perang terpanjang Amerika Serikat memasuki tahun ke-12 pada pekan lalu, dengan peringatan ditandai pernyataan Taliban menuding pasukan NATO lari dari Afghanistan dengan hina dan aib. Serbuan pimpinan Amerika Serikat pada 7 Oktober 2001 untuk menggulingkan pemerintah Taliban, yang dituduh menyembunyikan pemimpin Alqaida Osama bin Ladin setelah serangan 11 September di New York dan Washington. Taliban dengan cepat kalah, namun melancarkan perlawanan dan kian kuat selama bertahun-tahun hingga NATO mengerahkan sekitar 130.000 tentara dari 50 negara membela pemerintah dukungan Barat Presiden Hamid Karzai. Pemerintah Afghanistan akan runtuh dan gerilyawan Taliban kemungkinan merebut kembali kekuasaan setelah Amerika Serikat dan NATO menarik pasukan mereka pada 2014, kata sarjana terhormat antarbangsa memperkirakan. Penarikan pasukan asing dalam beberapa hal memperburuk negara itu daripada sebelum serbuan pimpinan Amerika Serikat menggulingkan Taliban pada hampir 11 tahun lalu, kata pakar Afghanistan Gilles Dorronsoro dari Carnegie Endowment for International Peace. (*/wij)