Wapres: Pemimpin Jangan Buat Kesalahan Dua Kali
Kamis, 22 Agustus 2013 12:29 WIB
Wakil Presiden Boediono. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Wakil Presiden Boediono mengatakan pemimpin agar tidak membuat kesalahan dua kali sehingga harus belajar dari sejarah pemerintahan Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya.
"Pengalaman sejarah banyak sekali yang harus kita pelajari dan warisan pendiri bangsa harus kita kawal serta jangan gunakan energi dengan sia-sia," kata Boediono saat memberikan kuliah umum di depan seratusan peserta kursus Lemhanas di Istana Wapres Jakarta, Kamis.
Menurut Wapres, sistem Indonesia pernah mengalami beberapa kali sistem pemerintahan, seperti demokrasi parlementer, dimana perdana menteri menjalankan pemerintah.
Pada saat itu, katanya, kabinet tidak bisa berjalan lama sehingga kebijakan terus mengalami perubahan dan tidak bertahan lama.
"Apa yang terjadi? Demokrasi berjalan meriah tapi kabinet jatuh bangun. Ada yang cuman tiga bulan, ada yang satu tahun. Konsekuensinya pemerintah tdk bisa laksanakan kebijakan konsisten," kata Boediono.
Demikian juga soal pergantian rezim, Indonesia juga sudah mengalami pergantian contohnya saat pergantian orde baru menuju reformasi.
Soal pergantian rezim pemerintahan, Indonesia menurut Wapres, jauh lebih baik dibanding negara-negara di Afrika Utara.
"Alhamdulillah berkat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, kita berhasil melalui pergantian rezim dengan baik," kata Boediono.
Wapres mengingatkan, pembentukan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) didasarkan pada kesepakatan semua elemen dan tidak ada yang mendikte dan memaksakan.
"Jangan ada ide yang mendominasi tapi harus saling hormati dan tidak ada yang merasa tinggi dan rendah," kata Wapres.
Dalam kesempatan itu, Wapres sempat memutar film dokumentasi pidato Presiden Soekarno dihadapan masyarakat di Istana Merdeka, tahun 1949. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Maigus Nasir : Pramuka adalah wadah pembinaan untuk pemimpin masa depan
07 October 2025 16:17 WIB
Musda VI, PKS Bukittinggi perkuat kader calon pelayan dan pemimpin masyarakat
06 September 2025 15:29 WIB
Indonesia dinilai tetap dihormati sebagai pemimpin tradisional di ASEAN
28 January 2025 22:01 WIB, 2025
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018