Obama Minta Dua Politisi Partai Republik untuk Kunjungi Mesir
Rabu, 31 Juli 2013 7:21 WIB
Washington, (Antara-Reuters) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta dua politisi senior dari Partai Republik untuk mengunjungi Mesir dan bertemu dengan pemimpin oposisi dan militer.
Kedua politisi tersebut adalah Senator John McCain dan Linsey Graham. Mereka berencana untuk berangkat ke Mesir pada minggu depan.
"Presiden menghubungi kami dan saya mengatakan saya akan dengan senang untuk berangkat ke Mesir," kata Graham kepada wartawan di luar gedung Senat pada Selasa.
"Kami ingin menyampaikan pesan yang kuat bahwa tindakan pembunuhan terhadap kelompok oposisi di Mesir telah menjadi semakin mirip dengan kudeta," kata dia sambil mendesak pihak militer untuk segera mengadakan pemilihan umum.
McCain dan Graham adalah dua senator paling berpengaruh dalam persoalan hubungan luar negeri, mereka juga sering kali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Obama.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat sampai saat ini masih kesulitan dalam memutuskan respon yang tepat untuk situasi di Mesir sejak peristiwa penggulingan presiden terpilih Muhammad Moursi oleh militer pada 3 Juli lalu.
Secara khusus, Amerika Serikat kesulitan untuk memutuskan apakah bantuan tahunan militer sebesar 1,5 milyar dolar AS kepada Mesir akan tetap diteruskan. Kairo telah sejak lama dikenal sebagai mitra Washington di kawasan rawan konflik Timur Tengah.
Undang-Undang Amerika Serikat melarang pengiriman bantuan kepada negara yang sedang mengalami kudeta militer. Pejabat pemerintah Obama selama ini menghindari kata "kudeta" saat membicaran Mesir.
Moursi sendiri sampai saat ini masih ditahan di tempat rehasia oleh pihak militer. Orang luar pertama yang menemui Moursi adalah Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.
Di sisi lain, senator Partai Republik Rand Paul mengusulkan amandemen kepada Senat untuk mengakhiri bantuan militer ke Mesir dan mengalihkan dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur domestik.
Usulan tersebut akan dibahas dan divoting pada Rabu. Beberapa kalangan memperkirakan inisiasi Paul tidak akan mendapat dukungan.
Beberapa politisi dari partai yang sama, termasuk McCain dan Graham, mengatakan bahwa situasi di Mesir masih terlalu dini untuk diputuskan.
"Saya mungkin akan memutuskan untuk mendukung pilihan penghentian bantuan. Namun sebelumnya saya ingin datang ke Mesir, berbicara dengan kelompok militer dan oposisi mengenai apa yang terjadi," kata Graham. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018