Jusuf Kalla di Phnom Phenh Pantau Pemilu Kamboja
Sabtu, 27 Juli 2013 10:37 WIB
Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) M Jusuf Kalla. (Antara)
Phnom Penh, (Antara) - Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) M Jusuf Kalla berada di Phnom Penh, Kamboja, Sabtu, atas undangan pemerintah tersebut sebagai pemantau pemilihan umum yang akan berlangsung Minggu (28/7).
Jusuf Kalla akan berada di Kamboja selama dua hari. Ikut dalam rombongan Jusuf Kalla antara lain mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin serta Yasril Ananta Baharudin.
Jusuf Kalla diundang oleh pemerintah Kamboja, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI).
CAPDI sebelumnya bernama Centrist Demokrats International (CDI) merupakan organisasi yang beranggotakan partai politik Asia Pasific. Namun dalam perkembangannya CAPDI menjadi besar keanggotaannya tidak hanya terbatas dari Parpol tetapi juga para tokoh masyarakat, akademisi, maupun mantan petinggi negara.
Sebanyak delapan partai politik ikut dalam pemilu Kamboja kali ini untuk memperebutkan 123 kursi di parlemen.
Di antara partai itu terdapat dua partai utama, yakni Partai Rakyat Kamboja (CPP) dan Partai Penyelamatan Nasional (CNRP). Partai Rakyat Kamboja (CPP) dipimpin oleh Perdana Menteri hun Sen dan kubu oposisi (CNRP) di pimpin oleh Sam Rainsy.
Sam Rainsy baru saja kembali ke Kamboja, setelah sebelumnya selama empat tahun tinggal di pengasingan, Perancis untuk menghindari hukuman penjara 11 tahun atas tuduhan disinformasi dan perusakan properti publik.
Rainsy kembali ke Kamboja, setelah Raja Norodom Sihamoni memberikan pengampunan padanya atas permintaan Hun Sen.
Namun meski sudah bisa pulang ke Kamboja, Rainsy tidak bisa maju sebagai calon.
Sementara Enam partai lainnya adalah Partai Funcinpec royalis yang dipimpin oleh Putri Norodom, Arun Rasmey, kemudian Liga untuk Demokrasi, Partai Kebangsaan Kamboja, Partai Republik Demokrat, Partai Anti-Kemiskinan Khmer, dan Partai Pembangunan Ekonomi Khmer.
Pemilu Kamboja akan diikuti sekitar 9.6 juta pemilih akan memberikan suara mereka di 19 ribu TPS. Sekitar 40 ribu pengamat nasional dan 291 pemantau internasional juga telah terdaftar ke komisi pemilihan umum Kamboja (NEC). (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Padang dampingi Ketua Umum PMI tinjau lokasi bencana banjir di Batu Busuk
20 December 2025 16:25 WIB
Jusuf Kalla: PMI siap bantu evakuasi dan rehabilitasi lokasi bencana di Sumbar
14 May 2024 15:20 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018