Logo Header Antaranews Sumbar

PMI perluas layanan kesehatan gratis bagi penyintas galodo Sumbar

Selasa, 27 Januari 2026 13:34 WIB
Image Print
Petugas medis Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seorang warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (27/1/2026). PMI memperluas layanan jemput bola untuk melayani penyintas banjir bandang di daerah tersebut. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kabupaten Agam (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) memperluas layanan kesehatan gratis kepada para penyintas banjir bandang atau galodo di Kabupaten Agam.

"Hari ini kami memperluas layanan kesehatan gratis ke Jorong Sigiran, Nagari Malalak Utara," kata Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais di Kabupaten Agam, Selasa.

Ahmad Jais mengatakan layanan jemput bola ke lokasi bencana merupakan arahan dan instruksi langsung dari Ketua Umum PMI Jusuf Kalla agar lembaga kemanusiaan itu terus menjangkau, dan memastikan warga mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Di hari kedua PMI beserta para relawan dari Universitas Borobudur membuka layanan kesehatan gratis tepatnya di Kantor wali nagari (kantor kepala desa). Layanan ini mulai dibuka pukul 09.00 WIB hingga sore hari bahkan tidak menutup kemungkinan hingga malam hari.

Beberapa bentuk layanan yang diberikan seperti pemeriksaan gula darah, pengecekan asam urat dan kolesterol hingga mengedukasi masyarakat pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat pascabencana galodo. Selain itu, petugas medis juga memberikan obat-obatan dan vitamin gratis kepada setiap warga yang datang ke posko kesehatan.

Di hari pertama layanan kesehatan gratis Senin (26/1) petugas menemukan umumnya masyarakat mengeluhkan hipertensi atau darah tinggi, asam urat, asam lambung dan kolesterol.

"Petugas juga menemukan beberapa pasien mulai mengeluhkan penyakit gatal-gatal," kata dia.

Ahmad Jais menduga cukup tingginya kasus atau keluhan hipertensi yang dialami
masyarakat karena mereka masih khawatir atau trauma dengan bencana yang terjadi pada 26 November 2025.

"Kami menduga kasus hipertensi ini karena masyarakat masih kepikiran bencana dan dampak yang ditimbulkan setelah itu seperti tempat tinggal mereka," ujarnya.

Sementara itu, Fatmawati salah seorang warga Jorong Sigiran, Nagari Malalak Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan PMI bersama relawan dari Universitas Borobudur.

"Kami sangat senang dengan adanya layanan kesehatan gratis ini. Terima kasih PMI sudah membantu masyarakat yang terdampak bencana," kata guru Paud tersebut.

Dengan adanya layanan kesehatan jemput bola tersebut, Fatmawati bersama warga lainnya kini tidak perlu lagi pergi ke puskesmas yang berjarak sekitar lima kilometer dari perkampungan itu.

Layanan kesehatan gratis ini semakin menolong warga karena di awal-awal bencana terjadi, warga di dusun itu tidak bisa berobat ke puskesmas imbas terputusnya akses jalan akibat sapuan banjir bandang.

"Layanan kesehatan ini sangat meringankan beban masyarakat," ujar dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PMI perluas layanan kesehatan gratis bagi penyintas galodo Sumbar



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026