Tembakan Mortir Suriah Hantam Golan yang Diduduki Israel
Rabu, 17 Juli 2013 8:06 WIB
Quneitra, Dataran Tinggi Golan, (Antara/AFP) - Tembakan mortir dari wilayah Suriah menghantam Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Selasa, menyebabkan beberapa kebakaran di sepanjang garis gencatan senjata, kata seorang koresponden AFP.
Tembakan mortir yang tersesat di seberang perbatasan itu terjadi pada saat pemberontak Suriah dan pasukan rezim bentrok di dekat Quneitra, yang terletak di tanah tak bertuan, kata koresponden itu melaporkan.
Tank-tank Israel ditempatkan di daerah tersebut.
Seorang juru bicara militer Israel mengkonfirmasi bahwa "beberapa mortir ditembakkan dari Suriah meledak di Golan utara."
Dia mengatakan tembakan kemungkinan nyasar namun tidak ada korban jiwa.
Selasa malam, tembakan-tembakan dilancarkan ke arah tentara Israel di perbatasan meskipun tidak ada korban, kata seorang juru bicara militer.
Dia menambahkan bahwa tentara membalas tembakan dan menggerebek daerah itu.
Utusan Israel di PBB Ron Prosor menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk tindakan Suriah itu, yang ia sebut sebagai "pelanggaran penting" dari kesepakatan gencatan senjata 1974 antara Israel dan Suriah.
Dalam sebuah surat kepada dewan, Prosor mengatakan Israel sejauh ini telah menunjukkan "penahanan diri diri secara maksimal" atas dampak dari konflik Suriah.
Namun dia memperingatkan "Pemerintah Israel tidak akan mengizinkan warganya untuk menjadi korban serangan yang sedang berlangsung ini dan akan terus menggunakan haknya untuk membela diri".
Golan telah tegang sejak pemberontakan Suriah dimulai pada Maret 2011.
Tembakan senjata senjata kecil dan mortir menghantam sisi Golan yang dicaplok Israel, sesekali mendorong respon Israel, sementara penculikan-penculikan dan insiden-insiden melibatkan pasukan penjaga perdamaian PBB di zona gencatan senjata Golan telah menyebabkan
perhatian internasional.
Israel merebut 1.200 kilometer persegi (460 mil persegi) atas
dataran tinggi Golan yang strategis pada Perang Rbam Hari 1967, yang kemudian dianeksasi dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua pemulung besi tua temukan mortir diduga peninggalan zaman Belanda di Sungai Batanghari
05 September 2019 11:24 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018