Logo Header Antaranews Sumbar

17 Butir Mortir Ditemukan di Pesisir Selatan

Rabu, 8 April 2015 22:48 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Husin (57), seorang warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menemukan alat peledak jenis mortir sebanyak 17 butir di semak sebuah bukit di daerah itu. Husin di Painan, Rabu, mengatakan ia menemukan alat peledak untuk perang itu di sebuah Bukit Kampung Air Nan Panjang, Nagari (desa adat) Pelangai Ketek, Kecamatan Ranah Pesisir kabupaten setempat, pada Selasa, (7/4). Mortir sebanyak 17 butir tersebut berukuran panjang 50 centimeter dan lebar 5 centimeter ditemukan sekitar pukul 17.00 Wib, pada Selasa. Saat itu dirinya pergi berburu babi di Bukit Air Nan Panjang Kampung Pauh. Mulanya benda yang pelum pernah dilihatnya itu terlihat sebanyak empat butir tergeletak di tanah yang ditutupi sedikit semak-semak. Saat dihampiri ternyata benda tersebut masih ada yang lain dan tersembunyi di sekitar lokasi. "Beberapa bagian dari alat tersebut tertutup oleh tanah dan semak-semak. Khawatir dengan benda tersebut alat peledak maka saya langsung menghindar dan membiarkan benda itu disana, " katanya. Tidak cukup begitu saja, ia langsung meninggalkan tempat itu dan keluar dari hutan tersebut. Di Balai Selasa, Husni langsung melaporkan temuan benda tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ranah Pesisir. Kepala Polsek (Kapolsek) Ranah Pesisir, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Busrial ketika dikonfirmasi, pihaknya membenarkan penemuan benda berupa alat peledak jenis mortir tersebut oleh seorang warga di semak-semak sebuah bukit di Kecamatan Ranah Pesisir. Mendapatkan laporan dari warga atas penemuan bahan peledak itu, pihaknya langsung memerintahkan beberapa personilnya turun ke lokasi. Pihaknya juga melaporkan penemuan benda tersebut ke Komando Rayon Militer (Koramil) Balai Selasa. Namun beberapa saat kemudian, Busrial dan Kamandan Koramil (Danramil) serta beberapa orang anggotanya langsung turun ke lokasi sekitar pukul 09.00 IB, Selasa itu. Ternyata benar, di lokasi pihaknya menemukan alat peledak itu sebanyak 17 butir. Ia mengatakan sebanyak empat mortir masih tergeletak dan jelas terlihat di atas tanah. Sedangkan 13 butir lagi terlihat sedikit masih tertutup oleh rumput-rumput dan semak di sekitar lokasi. "Kini 17 mortir temuan warga itu telah diamankan di Kantor Koramil Balai Selasa untuk diteliti. Namun kita belum bisa memastikan mortir-mortir itu masih aktif atau tidak," ujarnya. (*/jun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026