Jerusalem, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Israel, Selasa (6/11), mengecam sebagai "pertunjukan boneka politik" tuntutan di satu pengadilan di Turki terhadap para mantan komandan pasukan komando Israel karena keterlibatan mereka dalam serangan terhadap armada Mavi Marmara 2010. Sebanyak sembilan warganegara Turki tewas dalam aksi brutal pasukan komandan Yahudi itu. Pengadilan tinggi pidana Istanbul menjatuhkan hukuman tanpa kehadiran terdakwa pada Selasa atas mantan kepala staf Jenderal Gabi Ashkenazi, Komandan Angkatan Laut Laksamana Madya Eliezer Marom, Kepala Dinas Intelijen May-Jend Amos Yadlin dan Kepala Dinas Intelijen Angkatan Udara Brig-Jend Avishay Levy atas peran mereka dalam peristiwa yang mengakibatkan kematian sembilan korban tersebut. "Yang disebut 'pengadilan Marmara' jelas masuk ke dalam kategori 'pengadilan pertunjukan' yang tak memiliki kaitan dengan hukum atau keadilan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor, Selasa, kepada Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu pagi. "'Terdakwa' belum bertugas, dipanggil, diberitahu atau diinformasikan mengenai dakwaan yang mereka hadapi atau apa dakwaan terhadap mereka. Juga tak ada sedikitpun upaya untuk mengizinkan 'terdakwa' menerima wakil hukum," kata Palmor. "Pengadilan Kafkaesque ini bahkan tak memiliki kualitas sebagai prosedur hukum, dan cuma pertunjukan propaganda," katanya. Ia menyimpulkan "cara untuk menangani kasus ini ialah melalui dialog dan bukan melalui pertunjukan boneka politik tanpa kredibilitas hukum". Pada 31 Mei 2010, satu armada kapal laut termasuk Mavi Marmara berusaha menerobos blokade laut Israel atas Jalur Gaza, dengan membawa pegiat internasional. Setelah "mengeluarkan peringatan" terhadap kapal tersebut --yang mendekati wilayah perairan Israel-- agar kembali, personel pasukan komando Yahudi menaiki kapal itu dan menembaki pemrotes sehingga sembilan warganegara Turki tewas. (*/sun)