Dahlan Bantah BK Intervensi Soal Oknum DPR
Selasa, 6 November 2012 10:35 WIB
Dahlan Iskan
Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan membantah bahwa Badan Kehormatan (BK) DPR-RI melakukan intervensi terkait penyampaian nama-nama oknum DPR pemeras BUMN.
"Sama sekali tidak ada intervensi di sana, bahkan BK meminta lebih lanjut daftar nama-nama terindikasi meminta upeti," kata Dahlan, usai Rapat Pimpinan Kementerian di Gedung PT Brantas Abipraya (Persero), Jakarta, Selasa.
Menurut Dahlan, dua nama oknum pemeras dari tiga peristiwa pemerasan sudah diungkapkan, tapi BK meminta nama-nama tersebut dilengkapi saja.
"Jadi tidak ada intervensi di sana. Justru kita diminta kembali menyampaikan nama-nama belum diungkapkan yang sudah ada di kami," tegas Dahlan.
Sebelumnya, Senin (5/11), Dahlan memenuhi panggilan BK.
Pada kesempatan itu, Dahlan hanya mengungkapkan dua nama, padahal sebelumnya mantan Direktur Utama PT PLN ini mengumbar bahwa sudah mengantongi sekitar 10 nama oknum peminta upeti.
"Sekarang baru kita sampaikan dua. Itu sebagai pemancing saja, nanti selanjutnya dengan nama yang disampaikan berikutnya BK bisa menindaklanjutinya," ucap Dahlan, menegaskan.
Ditambahkannya, tidak perlu menunggu lama, "Besok (Rabu, 7/11) kami lengkapi nama-nama yang masih tersisa. Tapi kami sampaikan kepada BK dalam bentuk laporan tertulis saja," tuturnya.
Menurut rumor, kedua nama yang sudah diserahkan kepada BK dalah anggota Komisi BUMN, Idris Laena dari Fraksi Golkar, dan anggota Komisi Keuangan DPR, Sumaryoto dari Fraksi PDIP.
Idris Laena diduga berupaya memeras PT PAL dan PT Garam, sedangkan Sumaryoto diduga berkongkalikong dengan oknum PT Merpati Nusantara Airlines.
Terkait maraknya kasus pemerasan tersebut, Dahlan sudah menginstruksikan seluruh BUMN untuk melaporkan langsung setiap ada indikasi pemerasan di perusahaan milik negara.
"Saya minta direksi BUMN blak-blakan saja. Jangan takut melaporkan jika ada yang berupaya memeras perusahaan," tegasnya.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hansi Flick bantah isu perpecahan internal di Barcelona karena Lamine Yamal
18 October 2025 5:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018