Dua Wartawan Prancis Hilang di Suriah
Jumat, 7 Juni 2013 14:55 WIB
Paris, (Antara/AFP) - Dua wartawan yang bekerja untuk saluran radio Prancis telah hilang di Suriah yang dilanda perang karena tidak ada kabar dari mereka dalam 24 jam, kata atasan mereka di radio Europe 1 Jumat pagi.
Kedua wartawan itu bernama Didier Francois, seorang reporter berpengalaman di daerah konflik, dan fotografer Edouard Elias, kata stasiun radio itu dalam satu pernyataan kepada AFP.
Mereka menambahkan bahwa pihaknya bekerja dengan otoritas Prancis untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah Presiden Prancis Francois Hollande menyerukan bagi pembebasan dua wartawan Prancis yang hilang di Suriah.
"Saya menuntut bahwa wartawan tersebut segera dibebaskan," kata Hollande kepada para wartawan di Jepang, tempat dia saat ini sedang berkunjung, tanpa menyebutkan nama atau afiliasi dari mereka yang hilang.
Para wartawan "bukan perwakilan dari suatu negara, mereka adalah orang-orang yang bekerja agar dunia dapat menerima informasi, kata Hollande.
"Pers harus beredar di Suriah dalam rangka memberikan berita yang ditunggu-tunggu oleh seluruh dunia" mengenai apa yang terjadi di negeri itu, katanya.
Sejak awal pemberontakan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad Maret 2011, setidaknya 24 wartawan, termasuk beberapa orang asing, telah tewas dalam perselisihan tersebut, menurut kelompok Reporters Without Borders. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dari silaturahmi Ketum PWI Pusat dengan PWI Sumbar, wartawan perlu kuasai jurnalisme bencana
23 December 2025 6:58 WIB
Balai Wartawan Agam salurkan bantuan ke korban terdampak bencana hidrometeorologi
15 December 2025 18:27 WIB
Untuk pertama kalinya, uji kompetensi wartawan, digelar di Limapuluh Kota
13 December 2025 19:55 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018