WHO Melaporkan Perawat Pertama Tertular Virus Mirip Sars
Kamis, 16 Mei 2013 15:13 WIB
London, (Antara/Reuters)- Dua petugas kesehatan di Arab Saudi tertular virus baru penyakit mematikan mirip SARS, dari pasien yang mereka rawat -- menjadi bukti pertama penularan seperti itu yang terjadi di rumah sakit, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Virus baru yang dikenal dengan sebutan koronavirus baru atau nCoV berasal dari keluarga yang sama dengan virus flu biasa tetapi yang mematikan yaitu virus Sindroma Pernafasan Sangat Parah (SARS) yang berjangkit di Asia pada 2003.
"Ini pertama kalinya pekerja kesehatan didiagnosa tertular koronavirus baru, setelah bersentuhan dengan pasien," kepala Kesehatan PBB yang berkantor di Jenewa.
Petugas kesehatan itu seorang pria berusia 45 tahun mulai sakit pada 2 Mei dan sekarang berada dalam keadaan kritis, serta seorang perempuan berusia 43 tahun dengan kondisi kesehatan yang sama sejak ia jatuh sakit pada 8 Mei dan keadaannya stabil, kata WHO.
Prancis juga melaporkan penularan semacam itu di rumah sakit, tetapi terjadi dari satu pasien kepada pasien lain yang pernah bersama dalam satu ruang perawatan selama dua hari.
NCoV, seperti juga virus SARS dan yang sejenis, bisa menyebabkan batuk, demam dan radang paru.
Para ilmuwan mewaspadai semua tanda-tanda mutasi nCoV yang menjadi mudah menular pada banyak pasien, serupa SARS bisa menjalar menjadi pandemi.
Pakar WHO mengunjungi Arab Saudi untuk berkonsultasi dengan pihak berwenang mengenai wabah ini pada Minggu, tampaknya virus baru tersebut dapat menular antar-manusia, tetapi setelah berhubungan cukup dekat dan dalam waktu lama.
Analisa semula oleh pakar Badan Perlindungan Kesehatan Inggris tahun lalu menemukan relasi nCoV sangat dekat dengan virus kelelawar.
Penelitian lebih lanjut oleh tim Jerman menunjukkan kemungkinan asal virus itu melalui perantara kambing.
WHO pada Rabu mengemukakan, sejumlah petugas kesehatan di Jordania sebelumnya tertular nCoV, sedangkan kasus Arab Saudi adalah yang penularan pertama antar-manusia.
"Fasilitas kesehatan yang menyediakan perawatan bagi pasien yang diduga mengidap nCoV harus mengambil langkah yang diperlukan untuk menekan risiko pemindahan penyakit pada pasien lain serta petugas kesehatan," katanya.
WHO juga menyarankan petugas kesehatan agar waspada terhadap orang-orang yang baru pulang dari negara-negara yang sudah terpengaruh virus yang bisa memicu infeksi pernafasan parah.
Sejak nCoV muncul dan terlacak pada September 2012, WHO mengatakan mendapat laporan ada 40 kasus penularan dan 20 korban meninggal dunia akibat koronavirus baru.
Arab Saudi adalah negara terbanyak diserang virus itu, yaitu 30 pasien dan 15 orang sangat parah, tetapi virus ini juga terlacak di Jordania, Qatar, Inggris, Jerman dan Prancis. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Kota Padang melaporkan 27.433 warga terdampak bencana hidrometeorologi
26 November 2025 14:55 WIB
Lebanon melaporkan 1.247 kematian akibat serangan Israel sejak 2023
26 September 2024 9:34 WIB, 2024
Pemprov Sumbar Bantah Informasi yang Menyebut Gubernur Mahyeldi Melaporkan Bupati Solok ke Kemendagri
19 March 2024 21:15 WIB, 2024
Harga minyak dunia merosot setelah TV Saudi melaporkan kenaikan produksi
05 November 2021 6:16 WIB, 2021
Dugaan cemarkan nama baik, Ketua BPK melaporkan Benny Tjokro ke Bareskrim Polri
29 June 2020 16:00 WIB, 2020
Limbah medis Indonesia lebih dari 1.100 ton, empat provinsi belum melaporkan
24 June 2020 17:36 WIB, 2020
Polisi belum temukan penimbunan masker di Sumbar, masyarakat diminta melaporkan
05 March 2020 17:39 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018