Sejong, (Antara/Yonhap-OANA) - Korea Selatan telah memutuskan untuk memberikan pinjaman berbunga rendah dan jangka panjang kepada Indonesia dan Filipina untuk membantu mereka melaksanakan pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi, kata kementerian keuangan Selasa. Berdasarkan Dana Kerja sama Pembangunan Ekonomi (EDCF) yang diluncurkan pada tahun 1987 untuk membantu negara-negara berkembang lainnya dengan fasilitas infrastruktur dasar mereka, pemerintah akan menyediakan 50 juta dolar AS dalam bentuk pinjaman bagi Indonesia guna membangun sistem pipa selokan di Pulau Batam. Kurangnya sistem pembuangan kotoran di pulau itu meningkatkan kekhawatiran atas pencemaran lingkungan yang parah. Keputusan untuk memberikan pinjaman jangka panjang tersebut dibuat atas permintaan pemerintah Indonesia, menurut Kementerian. Pemerintah Seoul juga memutuskan untuk menyediakan 96 juta dolar pinjaman kepada Filipina untuk upayanya meningkatkan kapasitas pencegahan banjir di wilayah Pampanga. "Kami berharap proyek-proyek itu akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan pembangunan infrastruktur jalan di kedua negara," kata kementerian itu dalam satu siaran pers. Penyediaan pinjaman EDCF adalah yang pertama dari jenisnya yang tersedia di bawah pemerintahan President Park Geun-hye, kata kementerian itu, dan menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperluas dukungan tersebut kepada negara-negara yang berkembang maju. (*/sun)