DK PBB Kutuk Keras Pemboman Turki
Selasa, 14 Mei 2013 7:28 WIB
PBB, (Antara/Reuters) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa Senin mengutuk keras serangan-serangan bom mobil mematikan pada akhir pekan di Turki, dan mengatakan penting "untuk membawa pelaku, penyelenggara, pemodal dan sponsor dari tindakan-tindakan tercela terorisme ke pengadilan."
Dua bom mobil mengoyak jalan perbelanjaan yang ramai di
kota perbatasan Turki Reyhanli pada Sabtu, menewaskan 50 orang
dan meningkatkan kekhawatiran bahwa perang saudara Suriah akan menyeret negara-negara tetangga, meskipun sudah ada langkah-langkah diplomatik baru untuk mengakhirinya.
Ke-15 anggota Dewan Keamanan mendesak semua negara untuk bekerja sama dengan otoritas Turki untuk menyeret para pelaku ke pengadilan.
Turki mengatakan telah menangkap sembilan orang, semua warga Turki dan termasuk tersangka dalang serangan itu.
Turki, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 pengungsi Suriah akibat konflik, menyalahkan pemboman pada satu kelompok yang memiliki hubungan langsung dengan Suriah. Namun Damaskus telah membantah terlibat dalam insiden itu.
Dalam satu pernyataan, Dewan Keamanan mengatakan, "Setiap tindakan terorisme adalah kejahatan dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari apa motivasi mereka, dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun itu dilakukan."
Satu perselisihan antara Rusia, sekutu dekat Presiden Suriah
Bashar al-Assad, dan Amerika Serikat atas bagaimana untuk mengakhiri perang Suriah selama dua tahun telah meninggalkan Dewan Keamanan lumpuh untuk bertindak.
Rusia telah mempersenjatai dan mendukung Bashar, sementara Amerika Serikat dan Eropa telah mendukung oposisi dengan apa yang mereka katakan sebagai bantuan non-mematikan dan menyerukan agar Bashar mundur.
Sementara Rusia dan China telah memveto tiga resolusi yang
mengutuk pemerintah Bashar, Dewan Keamanan hanya sesekali mengutuk serangan kekerasan di Suriah.
Dalam pernyataannya mengenai pemboman di Turki pada Senin, Dewan Keamanan secara berhati-hati menetapkan untuk tidak menyalahkan kedua sisi dalam konflik.
Satu kelompok oposisi Suriah mengatakan jumlah korban dari dua tahun perang saudara itu telah meningkat menjadi sedikitnya 82.000 orang tewas dan 12.500 hilang.
Lima juta orang telah meninggalkan rumah mereka, termasuk 1,4 juta
mengungsi di negara-negara terdekat, kata PBB. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018