Suriah Minta Prancis Tidak Campuri Urusan Negerinya
Rabu, 17 April 2013 8:01 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Suriah, Selasa 916/4), menyatakan Prancis harus berhenti mencampuri urusan dalam negeri Suriah, setelah negara itu mempertanyakan amnesti umum baru yang dilakukan oleh Presiden Bashar al-Assad.
Pada Selasa pagi, Bashar mengeluarkan pengampunan umum yang mencakup pelaku kejahatan sebelum 16 April. Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi mengatakan sebanyak 7.000 tahanan akan dibebaskan berdasarkan amnesti tersebut.
Namun Prancis menyatakan negara itu "prihatin bahwa pengampungan tersebut mungkin adalah manuver untuk mengulur waktu".
Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan amnesti itu dilakukan pada malam peringatan penarikan tentara Prancis pada 1946 dari Suriah, yang menandai berakhirnya mandar Prancis atas negeri tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
"Rakyat Suriah kami takkan membiarkan Prancis kembali ke negeri mereka (Suriah) dengan mendukung kelompok teror bersenjata dan persekongkolan mereka untuk memperpanjang pertumpahan darah di kalangan rakyat Suriah," kata kementerian tersebut sebagaimana dikutip kantor berita resmi negeri itu, SANA.
"Prancis tak memiliki hak untuk menilai masalah dalam negeri Suriah," kata kementerian tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018