Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Kamboja mencatat 21 korban ranjau darat dalam dua bulan pertama 2013, turun 51 persen dari 43 pada masa sama tahun lalu, kata laporan pemerintah pada Selasa. Selama Januari-Februari tahun ini, dua orang tewas dan 19 terluka atau diamputasi, sementara pada masa sama tahun lalu, 10 orang tewas dan 33 terluka atau diamputasi, kata laporan Sistem Informasi Korban Ranjau dan Peledak Sisa Perang Kamboja. Kamboja adalah salah satu negara menderita ranjau darat terburuk di duniat. Diperkirakan empat juta sampai enam juta ranjau darat dan amunisi lainnya yang tersisa dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada tahun 1998. Heng Ratana, direktur jenderal Pusat Aksi Ranjau Kamboja, mengatakan pada tahun lalu, bahwa sekitar tiga juta ranjau darat dan peledak yang tidak meledak telah dihapus di negara ini. Negara ini diharapkan dapat benar-benar menghilangkan ranjau darat pada tahun 2020, yang membutuhkan dana sekitar 30 juta dolar AS setahun. Menurut laporan itu, dari tahun 1979 sampai Februari 2013, total tercatat 64.224 korban ranjau darat. Di antara mereka, 19.664 orang tewas dan 44.560 terluka atau diamputasi. (*/jno)