Korban Ranjau Darat di Kamboja Turun 51 Persen
Selasa, 16 April 2013 14:52 WIB
Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Kamboja mencatat 21 korban ranjau darat dalam dua bulan pertama 2013, turun 51 persen dari 43 pada masa sama tahun lalu, kata laporan pemerintah pada Selasa.
Selama Januari-Februari tahun ini, dua orang tewas dan 19 terluka atau diamputasi, sementara pada masa sama tahun lalu, 10 orang tewas dan 33 terluka atau diamputasi, kata laporan Sistem Informasi Korban Ranjau dan Peledak Sisa Perang Kamboja.
Kamboja adalah salah satu negara menderita ranjau darat terburuk di duniat. Diperkirakan empat juta sampai enam juta ranjau darat dan amunisi lainnya yang tersisa dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada tahun 1998.
Heng Ratana, direktur jenderal Pusat Aksi Ranjau Kamboja, mengatakan pada tahun lalu, bahwa sekitar tiga juta ranjau darat dan peledak yang tidak meledak telah dihapus di negara ini.
Negara ini diharapkan dapat benar-benar menghilangkan ranjau darat pada tahun 2020, yang membutuhkan dana sekitar 30 juta dolar AS setahun.
Menurut laporan itu, dari tahun 1979 sampai Februari 2013, total tercatat 64.224 korban ranjau darat.
Di antara mereka, 19.664 orang tewas dan 44.560 terluka atau diamputasi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ternyata empat ranjau sudah ditanam di luar rumah terduga teroris Sibolga
14 March 2019 15:01 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018