Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono meminta masyarakat untuk mewaspadai banjir yang masih kerap terjadi meskipun tengah memasuki masa transisi dari musim hujan menuju kemarau. "Banjir dan longsor masih terus terjadi karena itu masyarakat perlu tetap waspada, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan banjir," kata Agung Laksono di Jakarta, Selasa. Agung menjelaskan, menurut laporan yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada saat ini sejumlah daerah tengah terendam banjir akibat durasi hujan yang relatif cukup lama mengguyur beberapa daerah di Indonesia. "Saya meminta BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga instansi terkait lainnya untuk bertindak cepat dan menangani persoalan banjir dengan baik," katanya. Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir terjadi di Kabupaten Bandung Jawa Barat, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Kabupaten Garut Jawa Barat , Kota Madiun Jawa Timur, Kabupaten Tuban Jawa Timur, Kabupaten Sampang Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat, Pandeglang Banten, dan beberapa kabupaten di Provinsi Aceh. Banjir juga terjadi di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. "Banjir di daerah tersebut akibat hujan deras dan berdurasi cukup lama," katanya. Ia mengatakan bahwa sebagian warga sudah kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun, sebagian warga lainnya masih terendam banjir. Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Barat mengakibatkan 12.314 kepala keluarga atau 47.579 jiwa yang berasal dari sepuluh kecamatan atau 108 desa terendam banjir. Sementara itu, banjir di Blora dan Grobogan mengakibatkan sebanyak 6.889 kepala keluarga terendam banjir. (*/sun)