Bangladesh: Bantu 70 Juta Penderita Autisme
Rabu, 3 April 2013 15:50 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Wakil Tetap Bangladesh untuk PBB Abdul Momen, Selasa (2/4), menyeru masyarakat internasional agar mengendalikan strategi ekonomi, sosial dan kesehatan globalnya guna membantu 70 juta orang yang menderita Autisme di seluruh dunia.
Sejak 2002, penyakit gangguan kompleks perkembangan otak telah bertambah sebanyak 57 persen dan mempengaruhi "satu dari 88 anak dan satu dari 54 anak lelaki", katanya.
"Anak lelaki empat kali lebih mungkin dibandingkan dengan anak perempuan untuk terserang Autisme," kata Momen dalam pembahasan panel PBB untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme Dunia --yang diperingati setiap tahun pada 2 April.
"Autisme adalah ketidak-mampuan perkembangan serius yang berkembang dengan cepat dan sejak 2002, angka pertumbuhannya berkisar 57 persen," kata Duta Besar Bangladesh itu sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu sore.
Autisme, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mempengaruhi rata-rata satu persen warga di seluruh dunia dan digambarkan sebagai "gangguan kompleks perkembangan otak --Autism spectrum disorders-- yang disebabkan oleh gabungan gen dan pengaruh lingkungan hidup," kata satu siaran pers yang dikeluarkan di Markas PBB, New York.
Setiap tahun lebih banyak anak kecil didiagnosis terserang "kondisi spekturm autisme dibandingkan dengan anak yang terserang AIDS, diabetes dan kanker secara gabungan" dan "campur tangan yang paling efektif adalah deteksi dini yang diikuti oleh pengobatan prilaku yang dilandasi bukti dan intensif", kata Momen di dalam pidatonya. Pernyataan Wakil Tetap Bangladesh itu dikumandangkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Sekretaris Jenderal PBB itu mengatakan di dalam satu pesan untuk memperingati hari tersebut bahwa "perhatian internasional mendasar guna menangani pemikiran negatif, kurangnya kesadaran dan susunan dukungan yang tidak layak" dan "penelitian saat ini menunjukkan campur tangan dini dapat membantu orang dengan kondisi autisme untuk mencapai prestasi penting dalam kemampuan mereka".
Untuk memperingati hari itu di seluruh dunia, 7.000 bangunan yang menjadi lambang, tonggak sejarah dan perusahaan di lebih dari 90 negara di semua tujuh benua direcanakan memancarkan sinar biru cerah, warna kesadaran resmi mengenai gangguan tersebut.
World Austism Awareness Day dibentuk pada 2007 melalui satu resolusi yang disahkan oleh Sidang Majelis Umum PBB guna "menyoroti perlunya membantu meningkatkan hidup anak dan orang dewasa yang menderita kondisi itu, sehingga mereka dapat menjalani hidup mereka secara penuh", demikian isi siaran pers itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Pemkab Agam bantu terbitkan 1.822 adminitrasi kependudukan penyintas bencana
31 January 2026 12:14 WIB
Polri bantu perbaikan pipa jaringan Pamsimas bagi 350 sambungan di Maninjau Agam
28 January 2026 14:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018