Tembakan Mortir Suriah Hantam Golan yang Diduduki Israel
Rabu, 3 April 2013 7:25 WIB
Jerusalem, (Antara/AFP) - Sebuah mortir ditembakkan dari wilayah Suriah jatuh di sektor Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Selasa, namun tidak menimbulkan korban, kata militer Israel.
"Sebuah bom mortir mendarat dari Suriah beberapa saat yang lalu di Dataran Tinggi Golan selatan," kata seorang juru bicara militer kepada AFP.
"Tidak ada korban luka atau kerusakan dilaporkan."
Dia mengatakan insiden itu dilaporkan kepada pemantau gencatan senjata PBB di daerah itu.
Pekan lalu, tentara Israel di dataran tinggi strategis itu menembakkan peluru kendali anti-tank Tamuz buatan Israel di satu pos militer Suriah setelah terjadi penembakan dua kali dalam 12 jam.
Tidak jelas apakah kasus penembakan itu berasal dari tentara
Suriah atau dari pasukan pemberontak di daerah itu.
Pada November lalu, tembakan dari Suriah mendorong tentara Israel untuk merespon dengan tembakan artileri pertama terhadap militer Suriah sejak perang 1973.
Israel sedang memantau perbatasan dengan Suriah dan khawatir bahwa unsur-unsur jihad dari kalangan pemberontak melawan rezim Presiden Bashar al-Assad mungkin berusaha untuk menyerang negara Yahudi itu.
Sebelumnya pada Selasa, Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengulangi peringatan untuk membalas setiap penembakan dari sisi yang dikuasai Suriah.
"Apakah itu ditujukan pada wilayah kita atau tidak kita menanggapi dengan membungkam sumber tembakan, seperti yang terjadi pekan lalu," katanya kepada wartawan selama kunjungan ke Golan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua pemulung besi tua temukan mortir diduga peninggalan zaman Belanda di Sungai Batanghari
05 September 2019 11:24 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018