Hollande Kurangi Tentara Prancis di Mali Jadi 2.000
Jumat, 29 Maret 2013 10:15 WIB
Francois Hollande
Paris, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Prancis Francois Hollande, Kamis (28/3), mengatakan Prancis akan mengurangi tentaranya di Mali jadi 2.000 paling lambat pada Juli dan jadi 1.000 pada penghujung tahun ini.
Dalam wawancara langsung dengan stasiun televisi France 2, Presiden itu --sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi-- mengatakan, "Kami telah mencapai sasaran kami: untuk menghentikan serangan teror dan menaklukkan kota besar yang telah mereka duduki."
Ia mengatakan ia juga ingin melihat "pemilihan umum di Mali sebelum akhir Juli" dan "semua pihak dalam masyarakat Mali harus diwakili".
Sebelumnya Prancis telah menyeru Dewan Keamanan PBB, yang memiliki 15 anggota, untuk menggolkan satu resolusi pada April guna menyiapkan pasukan pemelihara perdamaian yang bisa menggantikan tentara Prancis pada Juli.
Prancis, yang memimpin campur tangan militer untuk mengamankan Mali utara dari jaringan gerilyawan Al-Qaida, ingin menarik tentaranya dan menyerahkan kepada pasukan Afrika, yang dikenal dengan nama AFISMA dan akan berubah menjadi misi pemelihara perdamaian PBB.
Saat ini AFISMA memiliki sebanyak 6.300 prajurit dari negara Afrika Barat dan Chad. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat: Kebijakan Mendagri perbaikan rumah rusak efektif kurangi pengungsi
18 December 2025 18:58 WIB
Ilham Akbar di RRI Padang: Maggot, solusi cerdas kurangi sampah dan tingkatkan ekonomi warga
10 August 2025 8:51 WIB
Keluarga korban pembunuhan di Bengkulu peroleh pendampingan stimulasi kurangi trauma
03 August 2025 19:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018