Jamaah Baca Yasin di Arafah Menunggu Wukuf
Kamis, 25 Oktober 2012 13:02 WIB
Arafah, (ANTARA) - Sebagian besar maktab Indonesia di Padang Arafah seluas 3,5 X 3,5 km persegi itu telah terisi jemaah haji Rabu malam waktu Arab Saudi dan mereka menghabiskan malam menunggu wukuf sebagai rukun haji Kamis dengan berbagai kegiatan seperti membaca yasin, membaca ayat-ayat Al'quran lainnya serta mendengar ceramah dari para ustad pembimbing haji.
Di maktab embarkasi Jawa Barat, misalnya, para jemaah mendengarkan ceramah dalam bahasa Sunda Rabu malam sekitar pukul 21.00. Di maktab Daker Mekkah, ustad Buchori sedang membahas topik ibadah haji yang khusuk guna menjadikan haji mabrur usai bersama-sama jemaah membaca surat Yasin.
Sementara sebagian jemaah haji asal Minangkabau beristirahat dengan lampu tenda telah padam agar pada tengah malam dapat melakukan sembahyang tahajud dan mengadakan pengajian bersama membahas keutamaan haji. Sedangkan sebagian jemaah sedang memandangi peta nomor-nomor tenda di Arafah dan sedang berbicara dengan saudara, kerabat dan handai taulan dengan menggunakan telepon genggam yang berada di maktab lain di lingkungan Padang Arafah dan membuat janji untuk bertemu.
Pada saat bersamaan sejumlah bus angkutan jemaah haji terus-menerus membawa jemaah dari Mekkah masuk ke Arafah yang jaraknya sekitar 25 km. Jemaah yang tiba sebelum magrib telah mengadakan sholat magrib yang dijamak dengan sholat isya berjamaah dengan ceramah yang disampaikan salah satu ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf di mesjid darurat di tenda yang disambung-sambung itu.
Usai sholat, jemaah yang seluruhnya telah berpakaian ihrom itu mendapat jatah makan malam berupa nasi kotak belauk ayam goreng dan sayur kacang panjang dengan irisan-irisan wortel yang ditumis. Buah jeruk dan air mineral dalam botol menyusul datang dari lokasi dapur sebelum makanan selesai disantap para jemaah.
Di lokasi tertentu di sela-sela maktab tersedia pula air panas di atas meja dengan dilengkapi bubuk kopi, teh celup, gula pasir, gelas karton dan sendok plastik. Di tenda Misi Haji Indonesia terdapat pula tenda yang dilengkapi kasur yang diperuntukkan bagi kalangan orang-orang penting VIP dan VVIP. Sedangkan tenda biasa untuk jamaah umum hanya dialasi karpet di atas tanah.
Di bagian sudut belakang maktab Indonesia yang berjumlah 72 itu, terdapat tenda Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Suara sirine kendaraan ambulance meraung-raung mengantar dan menjumput pasien haji yang keluar masuk tenda BPHI di bawah sinar rembulan yang terang benderang dan hembusan angin sepoi-sepoi.
Menurut rencana, kata Kabid Kesehatan Teknis Urusan Haji, dr Azimal, sekitar 200-an pasien akan disafariwukufkan dalam proses menghajikan para pasien tersebut. Selama satu jam para pasien jemaah itu akan dibawa dengan mobil ambulance ke Arafah walaujpun mungkin sedang dalam keadaan diinfus dan kemudian dikembalikan ke BPHI dan Rumah Sakit Arab Saudi untuk dirawat kembali.
Khutbah Wukuf di Arafah akan disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi Kamis pukul 12.05 waktu Arab Saudi sedangkan pidato sambutan akan disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali selaku Amirul Hajj.
Wapres Boediono dan Menko Kesra Agung Laksono juga ikut berhaji tahun ini bersama 211.000 jemaah Indonesia sesuai kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Festival Literasi 2025 dorong ekosistem baca-tulis dan kreativitas masyarakat Sawahlunto
24 November 2025 14:42 WIB
Danamon Peduli hadirkan 13 pojok baca di Kepulauan Mentawai dukung pendidikan inklusif
15 August 2025 16:35 WIB
Tingkatkan minat baca WBP Rutan Kls IIB Padang Panjang kerjasama dengan DPK
27 February 2025 10:00 WIB, 2025
Pasaman Barat miliki gedung layanan perpustakaan upaya tingkatkan minat baca
15 January 2025 18:37 WIB, 2025
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018