Gangguan Pendengaran akan Dimasukkan ke Jamkesmas
Rabu, 6 Maret 2013 14:40 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti. (Antara)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan akan memasukkan perawatan gangguan pendengaran kedalam manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) untuk membantu sebagian dari sekitar 5 persen atau 9,6 juta orang yang mengalami gangguan pendengaran.
"Kami akan usahakan untuk masuk ke benefit (manfaat) Jamkesmas sehingga bisa digunakan bagi mereka yang kesulitan ekonomi," ujar Ghufron usai peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia di Jakarta, Rabu.
Namun Ghufron mengaku untuk pembelian alat bantu dengar belum bisa ditentukan apakah akan ditanggung oleh Jamkesmas mengingat ketersediaannya yang masih sangat kurang sehingga harganya masih cukup mahal.
"Kalaupun bisa masuk (manfaat Jamkesmas), mungkin akan dibatasi jumlahnya. Gak bisa tiap bulan ganti, misalnya," ujar Wamenkes.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 5,3 persen populasi dunia mengalami gangguan cacat pendengaran atau sekitar 360 juta orang dengan 328 (91 persen) diantaranya orang dewasa dan 32 juta (9 persen) adalah anak-anak.
Sedangkan di Indonesia, jumlah penderita cacat gangguan pendengaran diperkirakan sekitar 9,6 juta orang.
Dari jumlah penderita tersebut, sekitar 20 persen diantaranya membutuhkan alat bantu dengar.
Sementara itu, perkiraan produksi alat bantu pendengaran saat ini hanya memenuhi 10 persen kebutuhan.
"Untuk negara berkembang malah lebih parah, diperkirakan hanya sekitar 3 persen yang dapat dipenuhi," kata Ghufron.
Untuk meningkatkan ketersediaan alat bantu pendengaran, Wamenkes berharap agar terjadi kerjasama dibidang teknologi dan dunia usaha sehingga dapat menciptakan alat bantu pendengaran yang efektif dengan biaya lebih murah. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Padang Pariaman kumpulkan donasi bantu warga alami keterbatasan pendengaran
15 March 2026 12:46 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018