Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Padang Pariaman kumpulkan donasi bantu warga alami keterbatasan pendengaran

Minggu, 15 Maret 2026 12:46 WIB
Image Print
Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis (kiri) melihat senyum bahagia warga Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Udin yang mengalami keterbatasan pendengaran mendapatkan bantuan alat bantu pendengaran. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman 

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat melakukan penggalangan donasi guna membantu warga Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Udin yang mengalami keterbatasan pendengaran

"Alhamdulillah, alat bantu dengar sudah dipasangkan. Kami bersyukur kita bisa membantu Udin dengan alat bantu dengar. Semoga ini menjadi awal yang baik agar Udin dapat berkomunikasi lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” kata Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis di Parik Malintang, Minggu.

Ia mengatakan bantuan perangkat medis tersebut merupakan hasil donasi atau saweran yang dihimpun oleh pemerintah daerah bersama TP PKK serta para donatur yang tergerak untuk memberikan kontribusi nyata.

Ia menjelaskan para donatur tergerak membantu Udin karena pemuda tersebut tinggal bersama sang ibu dan seorang saudara yang juga mengalami gangguan serupa sehingga keluarga ini menghadapi tantangan besar dalam berkomunikasi sehari-hari.

Selama ini, kata dia Udin hanya mengandalkan bahasa isyarat karena tidak mampu menangkap suara meski dari jarak dekat.

"Setelah alat bantu hasil donasi tersebut dipasangkan ia mulai dapat menangkap suara di sekitarnya dan mencoba berinteraksi," katanya.

Diketahui penyerahan bantuan dan pemasangan alat bantu pendengaran tersebut dilakukan di rumah yang bersangkutan pada Sabtu (14/3).

Ia berharap aksi penggalangan dana tersebut tidak hanya membantu membuka kembali dunia bagi Udin tetapi juga menjadi pemantik kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan donatur dalam meningkatkan kualitas hidup warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Sementara itu, dokter yang menangani Udin, dr. Donny Hendriyanto mengatakan Udin mengalami sensorineural hearing loss dengan tingkat kehilangan pendengaran mencapai 70 hingga 80 desibel.

“Dengan alat bantu dengar ini, Udin mulai bisa menangkap suara. Namun ia tetap membutuhkan kontrol medis secara berkala serta terapi bicara agar kemampuan komunikasinya dapat berkembang lebih baik,” kata dia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026