BPOM Ingatkan Masyarakat Hati-Hati Konsumsi Makanan
Sabtu, 23 Februari 2013 11:24 WIB
Ilustrasi. (Antara)
Palembang, (antarasumbar.com) - Badan Pengawas Obat dan Makanan Palembang mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati mengkonsumsi makanan, karena sekarang ini banyak yang menggunakan zat berbahaya seperti formalin.
Kepala Badan Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat Indriaty Tubagus di Palembang, Sabtu mengatakan, meski pemerintah sudah melarang penggunaan obat atau bahan berbahaya termasuk pewarna tetapi tetap saja ada produsen yang menggunakan bahan kimia tersebut.
Cara tersebut sangat tidak dibenarkan mengingat dampak menggunakan formalin sangat berbahaya bagi tubuh manusia, katanya.
Ia mengingatkan, kemungkinan makanan dan minuman khas tradisional yang dijual di pasaran mengandung bahan kimia itu jadi harus berhati-hati.
Masih adanya makanan dan minuman yang mengandung zat-zat berbahaya itu disebabkan tidak peduli produsen terhadap kesehatan konsumennya.
Sehubungan itu masyarakat harus lebih teliti dalam memilih jajanan yang akan dikonsumsi, dan untuk mengetahui apakah makanan itu berbahaya atau tidak dapat dilihat fisik, bentuk, dan rasanya.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta BPOM untuk lebih rutin melakukan razia makanan dan minuman baik di pasar-pasar maupun di kawasan sekolah.
Bila perlu jangan berikan kesempatan produsen mengedarkan makanan berbahaya itu, tambah dia. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamen Ossy ingatkan pemutakhiran data digital merupakan pekerjaan rumah bersama
04 February 2026 10:12 WIB
Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN ingatkan capaian kinerja tak sekadar angka
14 January 2026 17:54 WIB
31 Personel Polres Padang Panjang naik pangkat, Kapolres ingatkan tanggung jawab dan profesionalisme
01 January 2026 12:24 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018