Batam kekurangan tiga unit rumah potong unggas
Selasa, 20 Maret 2018 13:52 WIB
Unggas diperiksa. (ANTARA)
Batam, (Antaranews Sumbar) - Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih kekurangan sebanyak tiga rumah potong unggas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging unggas yang sehat dan memenuhi syarat.
Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Pangan Kota Batam, Mardanis di Batam, Selasa, menyatakan saat ini Batam hanya memiliki dua rumah potong unggas, padahal idealnya lima, untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
"Satu rumah potong unggas bisa memotong 5.000 sampai 6.000 ekor ayam per hari. Kalau hanya dua tidak cukup, karena kebutuhan kita 40.000 ekor ayam per hari," kata dia.
Selama ini, pemotongan unggas masih banyak dilakukan sendiri-sendiri, bukan di rumah potong unggas, sehingga pemerintah tidak dapat memastikan kebersihan dan kesehatannya.
Rencananya, tiga unit rumah potong hewan akan dibangun pada tahun depan, namun pemerintah menyerahkan pembangunannya kepada pihak swasta.
Ia mengatakan saat ini, pemerintah dan DPRD Kota tengah membahas Ranperda Rumah Potong Unggas, yang isinya antara lain mewajibkan seluruh unggas dipotong di RPU, demi menjamin kebersihan, kesehatan dan kelayakan daging ayam, bebek dan unggas lainnya.
Perda juga mengatur, bila ada yang mengabaikan kewajiban itu, maka akan dikenakan denda hingga Rp50 juta dan kurungan penjara.
"Perda lagi dibuat, tahun depan dilaksanakan, semua ayam wajib masuk RPU," kata dia.
Sementara itu, tahun ini pemerintah akan menambah peralatan untuk RPU yang dikelola oleh Pemkot.
"RPU yang sudah ada di Tanjung Riau, tapi alatnya kurang, maka peralatannya tahun ini di-'upgrade'. Ada banyak alatnya, pisau dan lainnya, itu teknis," kata dia.
Warga Tanjung Riau, Nur berharap kebijakan yang mewajibkan seluruh unggas dipotong di RPU segera diterapkan demi melindungi warga.
"Sekarang banyak dipotong di rumah-rumah biasa saja, higienitas, dan kehalalannya tidak terjamin," kata Nur.
Bila hewan dipotong di RPH, maka akan ada standar mengenai kebersihan, kehalalan dan kesehatan yang wajib diikuti, sehingga lebih terjamin.
Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Pangan Kota Batam, Mardanis di Batam, Selasa, menyatakan saat ini Batam hanya memiliki dua rumah potong unggas, padahal idealnya lima, untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
"Satu rumah potong unggas bisa memotong 5.000 sampai 6.000 ekor ayam per hari. Kalau hanya dua tidak cukup, karena kebutuhan kita 40.000 ekor ayam per hari," kata dia.
Selama ini, pemotongan unggas masih banyak dilakukan sendiri-sendiri, bukan di rumah potong unggas, sehingga pemerintah tidak dapat memastikan kebersihan dan kesehatannya.
Rencananya, tiga unit rumah potong hewan akan dibangun pada tahun depan, namun pemerintah menyerahkan pembangunannya kepada pihak swasta.
Ia mengatakan saat ini, pemerintah dan DPRD Kota tengah membahas Ranperda Rumah Potong Unggas, yang isinya antara lain mewajibkan seluruh unggas dipotong di RPU, demi menjamin kebersihan, kesehatan dan kelayakan daging ayam, bebek dan unggas lainnya.
Perda juga mengatur, bila ada yang mengabaikan kewajiban itu, maka akan dikenakan denda hingga Rp50 juta dan kurungan penjara.
"Perda lagi dibuat, tahun depan dilaksanakan, semua ayam wajib masuk RPU," kata dia.
Sementara itu, tahun ini pemerintah akan menambah peralatan untuk RPU yang dikelola oleh Pemkot.
"RPU yang sudah ada di Tanjung Riau, tapi alatnya kurang, maka peralatannya tahun ini di-'upgrade'. Ada banyak alatnya, pisau dan lainnya, itu teknis," kata dia.
Warga Tanjung Riau, Nur berharap kebijakan yang mewajibkan seluruh unggas dipotong di RPU segera diterapkan demi melindungi warga.
"Sekarang banyak dipotong di rumah-rumah biasa saja, higienitas, dan kehalalannya tidak terjamin," kata Nur.
Bila hewan dipotong di RPH, maka akan ada standar mengenai kebersihan, kehalalan dan kesehatan yang wajib diikuti, sehingga lebih terjamin.
Pewarta : Jannatun Naim
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pariaman dampingi peternak penerima bantuan unggas dari Pemprov Sumbar
11 November 2024 16:08 WIB, 2024
Satu juta unggas disalurkan untuk bantu perekonomian masyarakat Sumbar
19 September 2024 15:23 WIB, 2024
Sumbar salurkan satu juta unggas untuk bantu perekonomian masyarakat
17 September 2024 7:26 WIB, 2024
Hindari penularan flu burung pada manusia, cegah kontak langsung dengan unggas sakit
03 March 2023 19:28 WIB, 2023
Pemkot Sawahlunto berikan pelatihan bagi penerima bantuan bibit unggas petelur
07 September 2022 20:42 WIB, 2022
Unand perkenalkan "maggot" sebagai pakan alternatif untuk ikan dan unggas
18 December 2020 7:14 WIB, 2020
Unand perkenalkan "maggot" sebagai pakan alternatif untuk ikan dan unggas
17 December 2020 19:25 WIB, 2020
Wagub : perlu penataan khusus aktifitas peternakan unggas untuk majukan ekonomi masyarakat
21 July 2020 23:49 WIB, 2020
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB