Wagub : perlu penataan khusus aktifitas peternakan unggas untuk majukan ekonomi masyarakat

id Nasrul Abit, ayam, peternak, unggas, jagung, pakan, sumbar terkini

Wagub : perlu penataan khusus aktifitas peternakan unggas untuk majukan ekonomi masyarakat

Wagub Nasrul Abit meninjau lokasi peternakan ayam di Jorong Gelugus Kenagarian Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa. (Ist)

Sarilamak (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan perlu penataan khusus aktifitas peternakan unggas untuk memajukan ekonomi masyarakat, salah satunya lokasi jauh dari permukiman.

Hal ini disampaikannya saat peninjauan lokasi Peternak Ayam Edvam yang dikelola oleh Jhon Edi di Jorong Gelugus Kenagarian Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa.

Nasrul Abit mengungkapkan bahwa Jhon Edi mempunyai 100 ribu ekor ayam, 90 persen menghasilkan telur. Ini adalah suatu potensi yang luar biasa karena kabupaten Limapuluh Kota sekarang ada enam juta ayam yang diperkirakan uangnya berputar disektor perternakan tersebut sekitar Rp30 miliar.

"Untuk itu tentu kita perlu menunjang dari pada sarana infrastuktur karena jalan-jalan yang mengarah kesini jelek, ini yang pertama perlu diperhatikan, karena mereka pengusaha pribumi asli di Nagari Sungai Talang yang perlu jadi perhatian bersama," ujarnya.

Selanjutnya Nasrul mengatakan ini perlu tata ruang tersendiri karena lokasi ini sudah jauh dari kampung perumahan penduduk dan dikhawatirkan sewaktu-waktu masyarakat kekurangan lahan sehingga mendesak ke daerah ini.

Jadi untuk keamanan dan kesehatan masyarakat juga perlu ditata ruang khusus terutama di Kabupaten Limapuluh Kota agar dapat berkembang dengan cara dibuat tata ruang tersendiri.

"Secara ekonomi ini sangat menguntungkan peternak karena ada perputaran uang sehingga tentu akan ada multiefek kepada masyarakat," katanya

Wagub juga mengatakan, peternakan ayam ini adalah salah satu alternatif untuk dikembangkan di kota kabupaten lain terutama daerah-daerah yang ekonominya masih belum kuat atau yang kurang mampu terutama daerah miskin.

Peternakan ayam ini potensi yang perlu digarap adalah penanaman jagung, karena lahan-lahan tidur sekarang harus dimanfaatkan untuk menanam komoditas pakan.

Sebab untuk kebutuhan jagung akan pakan ternak saja mencapai 450 ton per hari di daerah ini.

"Untuk itu semua lahan-lahan tidur yang ada di Sumbar ini segera kita bangkit dan kita pulihkan ekonominya dalam pasca COVID-19 ini. dengan cara menanam jagung karena kebutuhan luar biasa, sebagai pakan ternak dan kebutuhan lainnya yang bisa dimanfaatkan," ajaknya.

Nasrul mengingatkan masyarakat juga bisa memanfaatkan lahan kosong untuk menanam jagung untuk pakan ternak ayam petelur, karena bisnis peternak ayam layer atau petelur yang dinilai memiliki prospek bagus.

Beternak ayam petelur memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ayam pedaging, yaitu dalam hal memberikan pendapatan yang lebih stabil dan masa produktif yang lebih lama.

Ayam petelur cenderung memberikan pendapatan yang lebih stabil karena telur bisa dihasilkan setiap hari.

"Untuk itu masyarakat bisa memanfatkan lahan kosong untuk menanam jagung untuk pakan ternak ayam petelur, Yang bisa kita tanam kita pelihara dan bisa untuk meningkatkan ekonomi, sehingga kita segera keluar dari pasca covid-19 yang sangat menderita masyarakat dibidang ekonomi,"imbuh Nasrul Abit.

Jhon Edi juga mengungkapkan rasa senang dan bangganya akan kunjungan Nasrul Abit kelokasi usaha ternaknya walaupun kondisi jalan yang jelek.

"Walaupun jauh dari perkampungan dan jalan yang kurang baik pak wagub tak egan sedìkitpun mengunjungi kami. Semoga kunjungan beliau memberikan kebaikan bagi kami dan juga kemajuan pembangunan Sumatera Barat ke depan," sebutnya.

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar