Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menganggarkan dana Rp1,5 miliar dalam APBD 2018 untuk meningkatkan jalan menuju Rumah Sakit Pratama di Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur dari sebelumnya tanah bakal diaspal. 


"Pembangunan jalan ini merupakan prioritas kita pada tahun 2018 karena kondisinya masih tanah sehingga pengaspalan harus segara dilakukan," kata Bupati Pasaman Yusuf Lubis di Lubuk Sikaping, Jumat (22/12).


Selain itu jalan masuk ke rumah sakit itu harus diperlebar dari saat ini sehingga memudahkan kendaraan keluar masuk dari rumah sakit.


"Jalan yang bagus merupakan hal yang vital karena akses menuju rumah sakit yang bagus tentu berdampak terhadap penyelamatan pasien dalam kondisi gawat darurat," ujar dia. 


Ia mengatakan dari laporan yang diterimanya pengerjaan pembangunan RS Pratama bobot pengerjaannya telah mencapai 76 persen. Rumah sakit yang akan melayani masyarakat di bagian utara Pasaman itu akan selesai sesuai dengan perencanaan.


"Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada 28 Desember 2017 saya berharap semua pihak yang terlibat dalam pembangunan rumah sakit tersebut harus bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan mengedepankan kualitas," kata dia.


Menurut dia pembangunan yang terbaik adalah yang memperhatikan mutu pekerjaan, dan pihak rekanan dituntut mengerjakan pekerjaan ini tepat waktu tanpa mengesampingkan mutu," katanya.


Yusuf mengatakan rumah sakit ini akan menjadi momentum strategis dalam mewujudkan kesehatan masyarakat sekaligus memenuhi ketersediaan rumah sakit dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


"Rumah sakit ini dibangun untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan berkeadilan. Ini jawaban akan persoalan masih terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah ini," kata dia.


Pembangunan rumah sakit tipe D ini dikerjakan oleh PT Spectratama Komala dengan nilai kontrak kerja sebesar Rp13,650 miliar dari total anggaran fisik bangunan senilai Rp14 miliar. 


Rumah sakit ini nantinya akan memiliki 10 kamar rawatan berkapasitas 50 tempat tidur, dokter umum dan dokter spesialis. Selain pelayanan medis umum, pelayanan medis dasar juga diberikan seperti pelayanan kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, penyakit dalam dan bedah.


Selain itu rumah sakit ini juga membutuhkan sekitar 108 orang tenaga medis dan tenaga non-medis lainnya yang rdiri dari tenaga dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, sopir, satpam serta tukang cuci.


"Rumah sakit ini nantinya akan melayani pasien rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, radiologi, laboratorium dan gudang farmasi," ujar dia. (*)