Logo Header Antaranews Sumbar

Viral, Seorang bidan nekat arungi sungai bertaruh nyawa untuk obati pasien di Pasaman (Video)

Minggu, 3 Agustus 2025 17:54 WIB
Image Print
Bidan Dona Lubis (46) saat mengarungi derasnya Sungai Batang Pasaman akibat jembatan yang terputus sepanjang 15 meter di Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, untuk mengobati pasien, Jumat (1/8/2025).ANTARA/HO-Dona Lubis.

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Seorang bidan Dona Lubis (46) nekat bertaruh nyawa arungi derasnya Sungai Batang Pasaman untuk mengobati pasien TBC di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.

Dona Lubis (46) kepada ANTARA mengaku tidak punya pilihan selain mengarungi sungai tersebut, karena jembatan penghubung kampung itu keadaan terputus pada Jumat (1/8) kemarin.

Aksi heroik bidan tersebut sontak viral diberbagai platform media sosial.

"Ada seorang pasien TBC mesti diobati di Kejorongan Sinuangon. Namun diperjalanan, ternyata jembatannya terputus. Terpaksa turun ke badan sungai melewati napal tebing yang curam dan mengarungi arus sungai," ungkap Dona.

Dona mengungkapkan tak dapat dipungkiri baju basah kuyup kering diperjalanan menuju Kejorongan Sinuangon.

"Baju kering di badan dalam perjalanan. Ini jadi tentangan tersendiri bagi kami tenaga kesehatan dalam menyelamatkan nyawa masyarakat," tambahnya.

Dona juga mengatakan bahwa daerah Kejorongan Sinuangon dan Kejorongan Batang Kundur, Nagari Cubadak Barat merupakan daerah pedalaman terluar di Kecamatan Dua Koto, Pasaman.

"Bahwa pelayanan kesehatan memiliki tantangan tersendiri khususnya daerah terluar di Pasaman. Namun ini merupakan dedikasi kami sebagai tenaga kesehatan yang harus sampai ke rumah pasien demi menyelamatkan nyawa masyarakat," katanya.

Ia sangat apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah memberikan support usai viral di media sosial.

"Semoga kedepan jadi perhatian serius bersama agar pelayanan kesehatan tercapai dengan baik," tutupnya.

Diketahui, jembatan penghubung Sungai Batang Pasaman yang merupakan satu-satunya akses transportasi ke Kejorongan Sinuangon dan Kejorongan Batang Kundur terputus pada Jumat (1/8) kemarin.

Dua kejorongan yaitu Kejorongan Batang Kundur sekitar 80 kepala keluarga dan Kejorongan Sinuangon 70 kepala keluarga saat ini terisolasi.

Jembatan berbahan kayu balok dan lantai papan itu kata Sumarno membentang sepanjang 15 meter menyeberangi sungai jadi urat nadi masyarakat setempat.

Saat ini kata dia warga maupun anak sekolah terpaksa mengarungi Sungai Batang Pasaman untuk bisa melewati jalur tersebut penuh ancaman nyawa.

Kondisi ini berdampak pada harga bahan pokok makanan mulai naik 150 persen dari biasanya.

Untuk upah transportasi ojek saja dari biasanya Rp100.000,- sekarang sudah menjadi Rp250.000,- per orang. Apalagi harga bahan pokok lainnya juga sudah melonjak drastis.

Wali Nagari Cubadak Barat Kesria Novi mengatakan sudah turun kelokasi kejadian untuk mengambil langkah cepat penanganan sementara jembatan darurat.

Kesria Novi juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemkab Pasaman agar segera turut serta melakukan penanganan.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026