Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman apresiasi aksi heroik Bidan Dina yang arungi sungai untuk obati pasien

Senin, 4 Agustus 2025 16:26 WIB
Image Print
Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunte saat menyerahkan penghargaan dan satu unit sepeda motor (plat merah) kepada Bidan Dona Lubis (46) di halaman kantor bupati setempat, Senin (4/8/2025).ANTARA/Heri Sumarno

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sangat apresiasi terhadap dedikasi Bidan Dona (46) yang nekat mengarungi arus Sungai Batang Pasaman untuk mengobati pasien di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto.

Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunte di Lubuk Sikaping, Senin mengatakan bahwa aksi bidan Dona menujukan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami selaku pemerintah daerah sangat apresiasi dan bangga atas dedikasi Bidan Dona dalam memastikan pelayanan kesehatan sampai daerah ujung Pasaman. Ini sangat sejalan dengan komitmen Pemkab Pasaman dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat tanpa terkecuali," kata Welly Suhery.

Bupati Welly Suhery menyerahkan piagam penghargaan, bingkisan kado dan sebuah sepeda motor (plat merah) untuk menunjang kinerjanya dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.

"Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pasaman kepada tenaga kesehatan yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Bidan Dona dikenal tak kenal lelah melayani masyarakat di pelosok, meski harus menghadapi tantangan geografis yang berat dan keterbatasan sarana," tambahnya.

Aksi Bidan Dona kata dia bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.

Penghargaan ini kata dia diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Pasaman untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tanpa memandang lokasi maupun kondisi.

"Selamat kepada Bidan Dona, semoga semangat dan pengabdiannya menjadi teladan bagi kita semua dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif, adil, dan merata hingga ke pelosok negeri," katanya.

Disamping itu kata dia Pemkab Pasaman sudah menurunkan tim teknis Dinas PUPR ke lokasi kejadian untuk penanganan jembatan yang rusak tersebut.

"Sudah kita turunkan ke lokasi kejadian. Saat ini tengah dihitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan. Namun sementara akan dibangun jembatan darurat, agar masyarakat bisa beraktifitas kembali," katanya.

Bidan Dona mengaku sangat terharu atas support dari Pemkab Pasaman yang sebelumnya memang di luar dugaan aksinya bakal viral.

"Memang tidak ada niat untuk membuat video itu hingga viral. Semua hanya inisiatif masyarakat. Namun memang untuk mengobati pasien sudah sering bolak-balik ke pedalaman Batang Kundur dan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat," ungkap Dona.

Diketahui, aksi bidan Dona Lubis nekat arungi sungai bertaruh nyawa untuk obati pasien viral di berbagai platform media sosial.

Bidan Dona (46) nekat bertaruh nyawa arungi derasnya Sungai Batang Pasaman untuk mengobati pasien TBC di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman akibat jembatan penghubung kampung itu keadaan terputus pada Jumat (1/8) kemarin.

Dua kejorongan yaitu Kejorongan Batang Kundur sekitar 80 kepala keluarga dan Kejorongan Sinuangon 70 kepala keluarga saat ini terisolasi.

Jembatan berbahan kayu balok dan lantai papan itu kata Sumarno membentang sepanjang 15 meter menyeberangi sungai jadi urat nadi masyarakat setempat.

Saat ini kata dia warga maupun anak sekolah terpaksa mengarungi Sungai Batang Pasaman untuk bisa melewati jalur tersebut penuh ancaman nyawa.

Kondisi ini berdampak pada harga bahan pokok makanan mulai naik 150 persen dari biasanya.

Untuk upah transportasi ojek saja dari biasanya Rp100.000,- sekarang sudah menjadi Rp250.000,- per orang. Apalagi harga bahan pokok lainnya juga sudah melonjak drastis.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026