Kairo, (ANTARA) - Mantan Menteri Agama Prof Dr Said Agil Husein Al Munawwar menghadiri wisuda mahasiswa Indonesia di Universitas Al Azhar, Kairo, pada Ahad. "Saya hadir di sini untuk menyaksikan anak saya yang juga menjadi wisudawan di Universitas Al Azhar," kata Prof Agil kepada ANTARA Kairo di sela acara wisuda yang digelar di Al Azhar Conference Center. Agil yang manjabat Menteri Agama dalam Kabinet Gotong Royong (2001-2004) itu didampingi mantan Menteri Waqaf Mesir Prof Dr Abdul Fadil Al Qausi yang juga sebagai Wakil Presiden Ikatan Alumni Al Azhar se-Dunia. Sebanyak lebih dari 300 mahasiswa Indonesia yang tamat dari Universitas Al Azhar Mesir tahun akademi 2011/2012. "Namun, yang ikut wisuda hari ini tercatat 172 orang, dan selebihnya telah kembali ke Tanah Air lebih awal," kata Atase Pendidikan KBRI Kairo Prof Dr Sangidu Asofa. Wisuda yang diprakarsai KBRI Kairo bekerja sama dengan Persatuan pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir itu diikutsertakan pula sejumlah mahasiswa asing lulusan Al Azhar seperti dari Thailand, Filipina, Sri Lanka, Pakistan dan Maroko. Hadir dalam acara itu selain para dekan berbagai fakultas dan dosen Al Azhar, juga kalangan duta besar dan diplomat ASEAN. Acara wisuda diawali dengan kumandang bersama lagu Indonesia Raya dan lagu Kebangsaan Mesir, "Biladi..Biladi (Negeriku.. Negeriku)." Rektor Universitas Al Azhar Prof Dr Osama Al Abd dalam sambutannya memesan para alumninya untuk tetap bersikap moderat dan toleran. "Kalian sebagai duta Al Azhar di negara kalian harus tetap mempertahankan misi universitas kita, yakni memegang teguh sikap moderat dan toleran," demikian Dekan Fakultas Studi Islam, mewakili Rektor Al Azhar yang sedang menunaikan ibadah haji. Pesan Rektor Al Azhar tersebut juga terkandung dalam Janji Setia wisudawan yang intinya menyatakan siap menjadi duta Al Azhar untuk mengemban misi dakwah Islamiyah dan memelihara nama baik universitas. Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dalam sambutannya yang dibacakan Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kairo, Iwan Wijaya Mulyatno menyampaikan terima kasih kepada Al Azhar yang telah dan sedang mendidik putra-putri Indonesia. Saat ini tercatat sekitar 4.000 mahasiswa dan mahasiswi Indonesia menuntut ilmu di universitas tertua di dunia yang berusia lebih seribu tahun itu. "Belajar di Al Azhar banyak tantangan, namun kalau tekun akhirnya tercapai juga sarjana," tutur Rizki Sabrina, mahasiswi lulusan S-1 peserta wisuda dari Nangroe Aceh Darusalam. Pernyataan senada diutarakan Rionaldo Alnaudi dari Bengkulu yang berkeinginan melanjutkan program S-2 di Indonesia. (*/sun)