Komisi V DPR Dukung Jembatan Pulau Diintervensi APBN
Jumat, 14 Oktober 2016 16:11 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Ir. H. Yudi Widiana, M.Si., saat meninjau jembatan Pulai bersama delapan anggotanya Jumat 14 Oktober 2016 (b)
Pulau Punjung (Antara) Komisi V DPR RI mendesak pemerintah agar melakukan intervensi pembiayaan untuk membantu Pemkab Dharmasraya membangun baru jembatan Pulai yang sudah berusia 40 tahun itu, karena kondisi saat ini sudah sangat darurat mesti segera ditangani.
"Ini sudah mendesak, bahkan darurat untuk dibangun kembali. Kalau tidak akan sangat berbahaya bagi keselamatan," kata Ketua Komisi V DPR RI Ir. H. Yudi Widiana, M.Si., saat meninjau jembatan Pulai bersama delapan anggotanya Jumat 14 Oktober 2016.
Jembatan Pulai merupakan jalan desa --menghubungkan Timpeh dan Padang Laweh dengan ibukota kabupaten via Sitiung--, yang seharusnya menjadi tanggungjawab kabupaten untuk membangunnya. Namun kondisi kabupaten yang belum terlalu kuat kemampuan fiskalnya, tentu membutuhkan intervensi APBN.
Menurut Yudi Widana, APBN bisa saja melakukan intervensi dengan memberikan hibah kerangka jembatan kepada daerah. Untuk keperluan hibah kerangka jembatan itu, Balai Jalan Nasional Wilayah II sudah berkomitmen untuk memperjuangkan dana hibah kerangka jembatan. Jadi tinggal bagaimana daerah mencari jalan untuk membangun pondasinya.
"Daerah harus mencari jalan untuk membangun pondasi ke provinsi," kata Yudi. Termasuk, imbuhnya, upaya bersama memperbesar dana alokasi khusus bidang binamarga. "Kembali juga ke Kementerian PU," tegasnya.
Di sisi lain, anggota Komisi V Lainnya, Ade Rezki Pratama memberikan saran kepada Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, agar juga mengajukan proposal bantuan dana ke Kementerian Desa, Transmigrasi dan Tenaga Kerja RI guna membangun pondasi jembatan.
Pasalnya, jembatan Pulai merupakan infrastruktur desa yang menjadi salah satu tanggungjawab kementerian tersebut.
Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengemukakan, Pemkab Dharmasraya sudah menyiapkan perencanaan matang untuk membangun baru jembatan pulai.
Dalam hitungan, dibutuhkan dana sebesar Rp40 miliar untuk membangn jembatan Pulai yang bentangannya mencapai 100 meter dengan lebar 6 meter. "DED nya juga sudah kita buat," katanya.
"Ini sudah mendesak, bahkan darurat untuk dibangun kembali. Kalau tidak akan sangat berbahaya bagi keselamatan," kata Ketua Komisi V DPR RI Ir. H. Yudi Widiana, M.Si., saat meninjau jembatan Pulai bersama delapan anggotanya Jumat 14 Oktober 2016.
Jembatan Pulai merupakan jalan desa --menghubungkan Timpeh dan Padang Laweh dengan ibukota kabupaten via Sitiung--, yang seharusnya menjadi tanggungjawab kabupaten untuk membangunnya. Namun kondisi kabupaten yang belum terlalu kuat kemampuan fiskalnya, tentu membutuhkan intervensi APBN.
Menurut Yudi Widana, APBN bisa saja melakukan intervensi dengan memberikan hibah kerangka jembatan kepada daerah. Untuk keperluan hibah kerangka jembatan itu, Balai Jalan Nasional Wilayah II sudah berkomitmen untuk memperjuangkan dana hibah kerangka jembatan. Jadi tinggal bagaimana daerah mencari jalan untuk membangun pondasinya.
"Daerah harus mencari jalan untuk membangun pondasi ke provinsi," kata Yudi. Termasuk, imbuhnya, upaya bersama memperbesar dana alokasi khusus bidang binamarga. "Kembali juga ke Kementerian PU," tegasnya.
Di sisi lain, anggota Komisi V Lainnya, Ade Rezki Pratama memberikan saran kepada Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, agar juga mengajukan proposal bantuan dana ke Kementerian Desa, Transmigrasi dan Tenaga Kerja RI guna membangun pondasi jembatan.
Pasalnya, jembatan Pulai merupakan infrastruktur desa yang menjadi salah satu tanggungjawab kementerian tersebut.
Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengemukakan, Pemkab Dharmasraya sudah menyiapkan perencanaan matang untuk membangun baru jembatan pulai.
Dalam hitungan, dibutuhkan dana sebesar Rp40 miliar untuk membangn jembatan Pulai yang bentangannya mencapai 100 meter dengan lebar 6 meter. "DED nya juga sudah kita buat," katanya.
Pewarta : Ilka
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018