Pariaman Usulkan Bagindo Dahlan Abdullah Pahlawan Nasional
Kamis, 7 April 2016 14:12 WIB
Pariaman, (Antara) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengusulkan Bagindo Dahlan Abdullah yang merupakan putra asli Pariaman sebagai Pahlawan Nasional.
Wakil Wali Kota Pariaman, Genius Umar, di Pariaman, Kamis, mengatakan pengusulan gelar kepahlawanantersebut tidak terlepas dari perjuangan, jasa dan tindakan Bagindo Dahlan Abdullah yang turut serta memperjuangkan bangsa dalam melawan penjajahan.
"Kita semua sepakat dan tidak meragukan lagi bahwa Dahlan Abdullah merupakan sosok yang sangat berjasa, oleh karena itu gelar kepahlawanan akan kita usulkan ke tingkat yang lebih tinggi," kata dia saat membuka seminar kepahlawanan Bagindo Dahlan Abdullah di Balai Kota setempat.
Ia meneruskan seminar yang diadakan tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi oleh pemerintah setempatdalam mengenang sosok Dahlan Abdullah.
"Banyak hal yang bisa kita pelajari dan diambil dari sosok Dahlan Abdullah, terutama para pemuda dan generasi bangsa. Nilai kegigihan, semangat juang, dan tekad yang besar merupakan contoh nyata yang harus diteladani," katanya.
Selain melaksanakan seminar kepahlawanan, pemerintah setempat juga telah sepakat untuk menjadikan nama Bagindo Dahlan Abdullah sebagai salah satu nama jalan di kota itu.
"Sabtu (9/4) kita akan resmikan secara bersama nama jalan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2015 tentang nama jalan yang juga telah disepakati oleh DPRD," jelasnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan seminar, dan pemberian nama jalan tersebut semakin menimbulkan rasa kecintaan yang besar kepada Bagindo Dahlan Abdullah terutama masyarakat Pariaman.
Lebih jauh dikatakannya terkait pengusulan gelar kepahlawanan tersebut, Pemeritah Kota Pariaman secara langsung meminta kepada Dinas Sosial Provinsi untuk meneruskan dan merekomendasikan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk segera memprosesnya.
Salah seorang anak Bagindo Dahlan Abdullah, Dr. Gandasari Win, mengatakan semasa hidupnya beliau sangat mencintai anak-anaknya dan keluarga besarnya.
"Bagi keluarga papa dipanggi Alan, dan kami semua juga diberi panggilan kecil Alan," kata dosen di salah satu universitas di California Amerika Serikat tersebut.
Sebagai orang asli keturunan suku Minangkabau, Dahlah Abdullah tetap memegang teguh prinsip "Anak dipangku kemenakan dibimbing". Artinya, anak dan para kemenakan tetap menjadi bagian dari keluarga yang harus dipertanggungjawabkan serta ditunjukkan ke arah yang lebih baik.
Selama hidupnya, Dahlan Abdullah lebih banyak menghabiskan waktu pendidikan di Belanda, atas pendidikan yang diperolehnya tersebut ia dapat berbahasa Belanda dengan fasih.
Sementara itu, Akademisi Universitas Andalas (Unand), Gusti Asnan, mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.
Menurutnya pengusulan atau pengajuan gelar kepahlawanan terhadap Bagindo Dahlan Abdullah merupakan suatu hal sudah sepatutnya.
"Beliau hidup di zaman yang tidak pernah kita rasakan, ia berjuang dan bergerak bagaimana bangsa ini terbebas dari penjajah," kata dia.
Saat ini dikatakannya, tercatat sudah ada 169 anak bangsa yang telah menerima gelar pahlawan nasional. Terakhir pemerintah menganugerahkan gelar kepahlawanan bagi lima putra terbaik bangsa.
Lahir di Pasia Pariaman pada 15 Juli 1895, dan beliau wafat di ibukota Irak pada 12 Mei 1950 ketika sedang bertugas di Baghdad. Jenazahnya dimakamkan di kota itu, dalam kompleks pemakaman Syekh Abdul Kadir Jailani. (*)
Wakil Wali Kota Pariaman, Genius Umar, di Pariaman, Kamis, mengatakan pengusulan gelar kepahlawanantersebut tidak terlepas dari perjuangan, jasa dan tindakan Bagindo Dahlan Abdullah yang turut serta memperjuangkan bangsa dalam melawan penjajahan.
"Kita semua sepakat dan tidak meragukan lagi bahwa Dahlan Abdullah merupakan sosok yang sangat berjasa, oleh karena itu gelar kepahlawanan akan kita usulkan ke tingkat yang lebih tinggi," kata dia saat membuka seminar kepahlawanan Bagindo Dahlan Abdullah di Balai Kota setempat.
Ia meneruskan seminar yang diadakan tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi oleh pemerintah setempatdalam mengenang sosok Dahlan Abdullah.
"Banyak hal yang bisa kita pelajari dan diambil dari sosok Dahlan Abdullah, terutama para pemuda dan generasi bangsa. Nilai kegigihan, semangat juang, dan tekad yang besar merupakan contoh nyata yang harus diteladani," katanya.
Selain melaksanakan seminar kepahlawanan, pemerintah setempat juga telah sepakat untuk menjadikan nama Bagindo Dahlan Abdullah sebagai salah satu nama jalan di kota itu.
"Sabtu (9/4) kita akan resmikan secara bersama nama jalan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2015 tentang nama jalan yang juga telah disepakati oleh DPRD," jelasnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan seminar, dan pemberian nama jalan tersebut semakin menimbulkan rasa kecintaan yang besar kepada Bagindo Dahlan Abdullah terutama masyarakat Pariaman.
Lebih jauh dikatakannya terkait pengusulan gelar kepahlawanan tersebut, Pemeritah Kota Pariaman secara langsung meminta kepada Dinas Sosial Provinsi untuk meneruskan dan merekomendasikan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk segera memprosesnya.
Salah seorang anak Bagindo Dahlan Abdullah, Dr. Gandasari Win, mengatakan semasa hidupnya beliau sangat mencintai anak-anaknya dan keluarga besarnya.
"Bagi keluarga papa dipanggi Alan, dan kami semua juga diberi panggilan kecil Alan," kata dosen di salah satu universitas di California Amerika Serikat tersebut.
Sebagai orang asli keturunan suku Minangkabau, Dahlah Abdullah tetap memegang teguh prinsip "Anak dipangku kemenakan dibimbing". Artinya, anak dan para kemenakan tetap menjadi bagian dari keluarga yang harus dipertanggungjawabkan serta ditunjukkan ke arah yang lebih baik.
Selama hidupnya, Dahlan Abdullah lebih banyak menghabiskan waktu pendidikan di Belanda, atas pendidikan yang diperolehnya tersebut ia dapat berbahasa Belanda dengan fasih.
Sementara itu, Akademisi Universitas Andalas (Unand), Gusti Asnan, mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.
Menurutnya pengusulan atau pengajuan gelar kepahlawanan terhadap Bagindo Dahlan Abdullah merupakan suatu hal sudah sepatutnya.
"Beliau hidup di zaman yang tidak pernah kita rasakan, ia berjuang dan bergerak bagaimana bangsa ini terbebas dari penjajah," kata dia.
Saat ini dikatakannya, tercatat sudah ada 169 anak bangsa yang telah menerima gelar pahlawan nasional. Terakhir pemerintah menganugerahkan gelar kepahlawanan bagi lima putra terbaik bangsa.
Lahir di Pasia Pariaman pada 15 Juli 1895, dan beliau wafat di ibukota Irak pada 12 Mei 1950 ketika sedang bertugas di Baghdad. Jenazahnya dimakamkan di kota itu, dalam kompleks pemakaman Syekh Abdul Kadir Jailani. (*)
Pewarta : Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR Arteria Dahlan nilai sejumlah nama layak gantikan Ferdy Sambo
20 July 2022 10:53 WIB, 2022
Kemendagri tunjuk Sekretaris Daerah Martinus Dahlan jadi Pj Bupati Mentawai
21 May 2022 13:33 WIB, 2022
Politikus PDIP Prasetyo bantah bekingi wanita yang cekcok dengan ibu Arteria Dahlan
24 November 2021 6:40 WIB, 2021
Arteria Dahlan: Pidana mati sebagai upaya terakhir mengayomi masyarakat
18 November 2021 14:06 WIB, 2021
Terkait kasus Bupati Pesisir Selatan, DPR-RI: jangan kangkangi nilai demokrasi
22 October 2021 12:43 WIB, 2021
Anggota DPR-RI Arteria Dahlan sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di UNP
06 September 2021 7:12 WIB, 2021
Dahlan Iskan nilai Bank BUMN memiliki peran besar selamatkan perekonomian yang terpuruk akibat COVID-19
18 May 2020 13:55 WIB, 2020
Komisi III pertanyakan pertemuan capim KPK Firli Bahuri dengan TGB, konteksnya apa?
13 September 2019 5:31 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018