Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi Agenda Utama Pertemuan Davos
Senin, 21 Januari 2013 15:06 WIB
Jenewa, (ANTARA/AFP) - Perbaikan ke arah pertumbuhan ekonomi global, konflik di Suriah dan Mali akan menjadi agenda utama pada pertemuan para pemimpin dunia dan pimpinan bisnis pekan ini di resort ski Davos, Swiss untuk pertemuan tahunan para pemimpin kekuatan internasional.
Sebanyak 45 kepala negara atau pemerintahan akan bersama-sama dengan 2.500 peserta berada di kota Alpine yang indah untuk forum ekonomi dunia yang berlangsung lima hari mulai Selasa.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron akan menyampaikan pidato yang diharapkan akan fokus pada upaya untuk mempertahankan pertumbuhan baru dalam kegiatan ekonomi global.
Forum tersebut dimulai Selasa malam dengan dimeriahkan oleh aktris Hollywood Charlize Theron, yang menerima penghargaan atas karyanya mendukung pemuda Afrika dalam memerangi AIDS.
Krisis zona euro kemungkinan akan menjadi pembahasan pada sisa dari pertemuan sepekan itu, tetapi tidak seperti tahun lalu - ketika kekhawatiran kolapsnya zona euro masih sangat nyata - pertemuan tahun ini berlangsung di tengah harapan bahwa Eropa pada akhirnya dapat mengatasi krisis utang.
Perdana Menteri Italia Mario Monti dan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan berbicara mengenai langkah-langkah ke depan untuk zona euro, sementara Kepala Dana Moneter Internasional Christine Lagarde akan membahas metode menghasilkan pertumbuhan yang stabil.
Perang di Suriah dan masalah keamanan di seluruh Timur Tengah dan Afrika akan dibawa pada perundingan tersebut, dengan Raja Yordania Abdullah II akan menyampaikan pidato khusus.
Perdana menteri Mesir, Lebanon, Libya, Tunisia dan Palestina
dijadwalkan menghadiri forum tersebut, serta Presiden Israel Shimon Peres.
Sekjen PBB Ban Ki-moon dijadwalkan akan menyampaikan pidato mengenai prospek pembangunan global, bergabung dalam suatu panel dengan Cameron, pendiri Microsoft Bill Gates dan Ratu Jordania Rania.
Lebih dari 900 pebisnis eksekutif terkemuka diharapkan hadir, dengan Forum tahun ini.
Pihak penyelenggara mengatakan tema forum tahun ini - "Resilient Dynamism" - akan fokus mengenai bagaimana sistem ekonomi global dapat menahan guncangan dan secepatnya dapat bangkit dari keterpurukan, seperti krisis zona euro. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Pariaman upayakan percepat pemulihan ekonomi dampak bencana dengan perbanyak kegiatan wisata
28 January 2026 18:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018